ExxonMobil, Medco, dan Eni siap pasok Arun-Belawan



JAKARTA. PT Pertamina Gas (Pertagas), anak usaha PT Pertamina, optimistis pembangunan pipa gas Arun–Belawan sepanjang 370 Kilometer (km) bakal selesai pada Oktober 2014 mendatang. Saat ini proyek tersebut sudah mencapai 90%.

Kepastian selesainya proyek pipa gas Arun–Belawan  ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Pertagas Hendra Jaya. "Saat ini pengerjaan proyek sudah mencapai 90%. Adapun penerimaan gasnya baru akan siap di awal tahun 2015 mendatang," katanya, di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), akhir pekan lalu.

Hendra menyatakan, aliran pipa gas Arun–Belawan bakal dipasok oleh tiga perusahaan, yakni, PT Medco Energi Internasional Tbk, Eni Indonesia Ltd, dan juga sedang diusahakan dari ExxonMobil. Ketiganya diharapkan bisa mengisi gas untuk dialirkan melalui pipa gas Arun–Belawan yang memiliki kapasitas produksi hingga 200 mmscfd.


Saat ini Pertagas mengaku sedang berusaha membeli sisa gas dari Blok North Sumatra Offshore (NSO) yang dikelola ExxonMobil. "Sisa gas itu tak bisa diolah menjadi gas alam cair alias LNG karena terlalu kecil sekitar 100 mmscfd," terangnya. Karena itu, sebaiknya Exxon mengalihkan ke pipa gas Arun-Belawan.

Menurut Hendra, sisa gas 100 mmscfd yang bakal didapat dari ExxonMobil masih bisa dimanfaatkan untuk memenuhi konsumen di Medan dan Aceh. Karena itu, jika telah mendapat kesepakatan dengan ExxonMobil maka pihaknya optimistis pada Oktober tahun ini sudah ada gas yang mengalir ke pipa senilai US$ 570 juta itu.

Selain itu, sisa gas (tailing gas) dari Exxon tersebut akan digunakan untuk uji coba pipa Arun-Belawan sehingga konsumen di Sumatera Utara, yakni, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan industri bisa memanfaatkannya pada November nanti. "Hal itu tergantung dari proses shut down kilang Arun," ucapnya.

Dengan beroperasinya proyek pipa gas Arun–Belawan, Pertagas berharap krisis energi di Aceh dan Sumatra Utara bisa teratasi. "Target utama proyek ini adalah Industri Medan (KIM) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei," ujarnya.

Sementara itu, Deputi Komersial Satuan Kerja Khusus Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Widhyawan Prawiraatmadja membenarkan pernyataan Hendra. Ia menyebutkan bahwa pembicaraan pasokan gas dari  Blok A milik Medco untuk Arun-Belawan memang sedang dilakukan.

Saat ini persetujuan pasokan untuk Arun–Belawan masih menunggu persetujuan Menteri ESDM Jero Wacik. "Gas Blok A sebenarnya dialokasikan untuk PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Namun, hanya akan digunakan sekitar 54 mmscfd. Sisa produksi dari Blok A tersebut rencananya akan dialirkan untuk wilayah sekitar Sumatera Utara," kata Widhyawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hendra Gunawan