ExxonMobil Pertimbangkan Jual SPBU di Hong Kong, Nilai Capai US$ 600 Juta



KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Perusahaan energi besar asal Amerika Serikat, ExxonMobil, dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menjual bisnis stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) miliknya di Hong Kong.

Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, nilai transaksi ini diperkirakan dapat mencapai beberapa ratus juta dolar AS, bahkan berpotensi berada di kisaran US$ 500 juta – US$ 600 juta.

Perusahaan disebut telah menunjuk penasihat keuangan dan mulai berdiskusi dengan sejumlah calon pembeli potensial. Namun, ExxonMobil belum memberikan komentar resmi terkait rencana penjualan ini.


Baca Juga: Minyak Rusia ke Eropa Bakal Normal Lagi, Kesepakatan Pinjaman Eropa Ikut Terdampak

Di Hong Kong, ExxonMobil menjalankan bisnis bahan bakar melalui jaringan SPBU di bawah merek Esso. Saat ini, perusahaan ini memiliki sekitar 41 SPBU yang melayani pengendara di wilayah tersebut.

SPBU pertama Exxon di Hong Kong diketahui mulai beroperasi pada tahun 1926 di kawasan Kowloon, menandai kehadiran panjang perusahaan di pasar energi kota tersebut.

Rencana penjualan ini mencerminkan langkah sejumlah perusahaan energi global yang tengah mengevaluasi kembali portofolio bisnis mereka, termasuk aset ritel bahan bakar, untuk fokus pada investasi yang lebih menguntungkan di sektor lain.

Jika terealisasi, penjualan ini akan menjadi salah satu divestasi penting ExxonMobil di kawasan Asia, sekaligus menandai perubahan strategi dalam bisnis hilir perusahaan tersebut.