F1 Singapura Sukses Jadi Mesin Ekonomi, Hasilkan Rp39 Triliun dalam 16 Tahun



KONTAN.CO.ID - Formula 1 (F1) Singapura telah menjadi salah satu penggerak pariwisata dan bisnis negara tersebut selama 18 tahun.

Balapan yang digelar di Marina Bay Street Circuit sejak 2008 ini mendatangkan wisatawan, menghidupkan bisnis lokal, dan memberi Singapura panggung untuk memperkenalkan diri kepada dunia.


Sejak pertama kali digelar pada September 2008, Singapore Grand Prix dikenal sebagai balapan malam pertama dalam sejarah F1. Konsep tersebut membuat Singapura mendapat tempat khusus dalam kalender balap.

Meski persaingan bertambah, F1 GP Singapura masih memberikan kontribusi ekonomi yang cukup besar.

Pada 2025, GP Singapura dihadiri lebih dari 300.000 orang, menjadi jumlah penonton tertinggi kedua dalam sejarah ajang tersebut. Angkanya meningkat hampir 12 persen dibandingkan 2024.

Baca Juga: F1 Kembali ke Sepang Setelah 9 Tahun, Ekonomi Malaysia Ikut Ketiban Untung

Rp39 Triliun Mengalir dari Wisatawan

Mengutip laporan The Straits Times, F1 GP Singapura menghasilkan sekitar US$2,2 miliar atau sekitar Rp39,3 triliun penerimaan pariwisata tambahan sejak 2008 hingga 2024.

Penerimaan tersebut berasal dari akomodasi, tiket atraksi, makanan dan minuman, belanja, serta penerbangan. Selama periode tersebut, lebih dari 720.000 wisatawan datang ke Singapura terkait penyelenggaraan F1.

Ekonom Maybank Brian Lee memperkirakan tambahan belanja wisatawan mencapai sekitar US$129 juta atau Rp2,3 triliun per tahun.

Angka tersebut mendekati biaya tahunan penyelenggaraan F1 yang berada di kisaran US$140 juta atau Rp2,5 triliun. Namun, manfaat ekonomi yang muncul dari balapan juga dirasakan berbagai sektor lain.

Perusahaan yang menangani pembangunan lintasan, venue, iklan, logistik, penyewaan peralatan, hingga jasa laundry dan kebersihan ikut mendapatkan pekerjaan.

Sekitar 30.000 staf, kontraktor, dan pemangku kepentingan terlibat dalam setiap penyelenggaraan. Lebih dari 1.000 siswa dari Institute of Technical Education dan politeknik juga mendapat pelatihan untuk berbagai pekerjaan selama race week.

Baca Juga: F1 Perpanjang Kontrak GP Las Vegas: Keuntungan Besar Menanti Hingga 2037!

Bisnis Lokal Ikut Tumbuh

Wisatawan dengan kekayaan tinggi menyumbang sekitar 40% belanja wisatawan selama race week, meski jumlahnya hanya sekitar 30% dari total pengunjung F1.

Race week juga dimanfaatkan sebagai momentum menggelar berbagai konferensi bisnis. Setiap tahun, sekitar 25-30 konferensi internasional berlangsung di sekitar periode tersebut.

Beberapa acara yang pernah digelar antara lain Forbes Global CEO Conference, Milken Institute Asia Summit, dan TOKEN2049.

Rangkaian acara tersebut mendatangkan sekitar 90.000 eksekutif C-suite ke Singapura setiap tahun.

Dengan adanya rangkaian acara tersebut, pengunjung F1 memiliki alasan untuk memperpanjang masa tinggal dan melakukan aktivitas bisnis selama berada di Singapura.

Studi McKinsey yang dikutip Ministry of Energy, Trade and Industry (METI) memperkirakan GP Singapura 2019 menghasilkan nilai media sekitar US$70 juta-US$75 juta, setara dengan sekitar Rp1,25-Rp1,34 triliun.

Baca Juga: Sirkuit Istanbul Park Turki Kembali Masuk Kalender F1 Mulai 2027

Jadwal F1 GP Singapura 2026

F1 GP Singapura pekan ini berlangsung di Marina Bay Street Circuit pada 9-11 Oktober 2026.

Balapan ini menjadi seri ke-18 dalam kalender Formula 1 2026 dan kembali digelar sebagai balapan malam di Singapura.

Berbeda dari edisi sebelumnya, balapan tahun ini juga menghadirkan F1 Sprint. Sesi Sprint dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober, sebelum rangkaian kualifikasi untuk balapan utama.

Berikut jadwal lengkap F1 GP Singapura 2026:

Jumat, 9 Oktober 2026 - Practice 1: 15.30-16.30 WIB - Sprint Qualifying: 19.30-20.14 WIB

Sabtu, 10 Oktober 2026 - Sprint: 16.00-17.00 WIB - Qualifying: 20.00-21.00 WIB

Minggu, 11 Oktober 2026 - Race: 19.00 WIB

Baca Juga: Lando Norris Dirikan LN4 Fusion, Bidik Formula 3 hingga Formula 2