KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Warren Buffett identik dengan ambisi, kesuksesan, dan kekayaan. Mantan CEO Berkshire Hathaway ini pernah menyandang status sebagai orang terkaya di dunia, bahkan berhasil menggeser Bill Gates pada 2008 dengan kekayaan bersih mencapai US$62 miliar dan mempertahankan posisi tersebut selama beberapa waktu. Namun, ada fakta menarik yang jarang diketahui publik. Salah satu orang terdekat Warren Buffett justru tidak menyadari betapa kaya dan sukses dirinya: putranya sendiri, Peter Buffett. Peter Buffett, yang kini berusia 67 tahun, baru menyadari status ayahnya sebagai salah satu orang terkaya di dunia ketika ia menginjak usia 20-an. Kesadaran itu muncul saat Peter melihat nama Warren Buffett tercantum dalam daftar orang terkaya di Amerika versi Forbes.
Hal tersebut diungkapkan dalam wawancara Forbes tahun 2013 yang melibatkan Peter dan Warren Buffett. “Saya tidak bercanda. Baru ketika saya berusia 20-an, ibu dan saya sempat membicarakannya, karena nama ayah saya ada di daftar itu,” ujar Peter. “Kami justru tertawa, karena kami berkata, ‘Lucu ya, kami tahu siapa diri kami, tetapi sekarang semua orang memperlakukan kami secara berbeda.’” tambahnya.
Baca Juga: Warren Buffett Pergi, Era Baru Dimulai, Gaji CEO Berkshire Melonjak 250 Kali Lipat Peter merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara hasil pernikahan pertama Warren Buffett dengan Susan Alice Buffett. Ia dikenal sebagai musisi, komposer, penulis, dan filantropis asal Amerika Serikat. Peter telah meraih penghargaan Emmy tingkat regional, menjadi penulis buku terlaris versi The New York Times, serta pernah menjabat sebagai wakil ketua NoVo Foundation. Meski demikian, Peter menegaskan bahwa kesadaran akan kekayaan ayahnya tersebut tidak banyak memengaruhi cara pandangnya terhadap keluarga maupun kehidupan. “Itu memang sebuah perubahan yang menarik, tetapi tidak terlalu besar, karena kami tidak hidup dalam lingkungan atau budaya yang mempertontonkan kekayaan,” kata Peter. “Teman-teman kami sama terkejutnya dengan saya.” katanya. Pernyataan Peter diperkuat langsung oleh Warren Buffett. Menurutnya, ketika anak-anaknya akhirnya menyadari seberapa besar kekayaan keluarga mereka, karakter dan jalan hidup masing-masing sudah terbentuk dengan kuat. “Anak-anak saya sudah terbentuk pada saat itu. Mereka tahu siapa teman-teman mereka, dan teman-teman itu berteman dengan mereka karena rasa suka, bukan karena mereka anak orang kaya atau hal semacam itu,” ujar Warren Buffett.
Kekayaan Warren Buffett dan Pandangannya tentang Uang
Meski kini tidak lagi menyandang gelar orang terkaya di dunia, Warren Buffett tetap menjadi salah satu miliarder terbesar global. Dengan kekayaan bersih sekitar US$145 miliar, ia menempati peringkat ke-10 orang terkaya di dunia.
Baca Juga: Nasihat Warren Buffett ke Orang Muda Agar Sukses dalam Karier dan Kehidupan Namun, Buffett dikenal sebagai sosok yang tidak gemar memamerkan kekayaan dan tidak menjadikan uang sebagai tolok ukur utama kesuksesan. “Kebesaran tidak datang dari mengumpulkan uang dalam jumlah besar, publisitas yang berlebihan, atau kekuasaan besar dalam pemerintahan,” tulis Buffett dalam surat terakhirnya kepada para pemegang saham Berkshire Hathaway yang diterbitkan pada November lalu. Investor legendaris berusia 95 tahun yang dijuluki Oracle of Omaha ini juga menjalani gaya hidup yang sangat sederhana. Ia dikenal gemar menyantap makanan cepat saji McDonald’s, mengendarai mobil tua, dan masih tinggal di rumah sederhana di Nebraska yang dibelinya seharga US$31.500 pada 1958. Bahkan, pelat nomor kendaraannya pernah bertuliskan “THRIFTY”.
Alih-alih mengejar kemewahan, Buffett menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah membantu sesama melalui kekayaan yang dimilikinya. Harta tersebut pada akhirnya akan diwariskan kepada anak-anaknya untuk dikelola melalui berbagai organisasi filantropi mereka masing-masing. “Ketika Anda membantu seseorang dengan ribuan cara yang mungkin, Anda ikut membantu dunia,” tulis Buffett. “Kebaikan hati tidak memerlukan biaya, tetapi nilainya tak ternilai. Terlepas dari keyakinan agama Anda, sulit menandingi Aturan Emas sebagai pedoman berperilaku. Ingatlah bahwa petugas kebersihan sama manusianya dengan seorang Ketua.”