KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tradisi mudik telah lama menjadi fenomena sosial tahunan masyarakat Indonesia, khususnya menjelang Idul Fitri. Jutaan orang pulang ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan orang tua dan keluarga. Lebih dari sekadar perjalanan, mudik merefleksikan kerinduan pada asal-usul, penghormatan kepada keluarga, serta upaya menjaga ikatan kekerabatan. Lalu bagaimana Islam memandang tradisi ini? A. Riawan Amin, Ketua Dewan Pengawas Syariah PT Sompo Insurance Indonesia menjelaskan, secara prinsip, mudik bukan kewajiban agama, melainkan tradisi sosial budaya.
Fakta Mudik Lebaran, Tidak Ada Kewajiban, Kenapa Tetap Penting?
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tradisi mudik telah lama menjadi fenomena sosial tahunan masyarakat Indonesia, khususnya menjelang Idul Fitri. Jutaan orang pulang ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan orang tua dan keluarga. Lebih dari sekadar perjalanan, mudik merefleksikan kerinduan pada asal-usul, penghormatan kepada keluarga, serta upaya menjaga ikatan kekerabatan. Lalu bagaimana Islam memandang tradisi ini? A. Riawan Amin, Ketua Dewan Pengawas Syariah PT Sompo Insurance Indonesia menjelaskan, secara prinsip, mudik bukan kewajiban agama, melainkan tradisi sosial budaya.