KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah bergerak melemah dalam sepekan hingga Jumat (4/10). Kurs rupiah spot melemah 2,27% sepekan menjadi Rp 15.485 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan kurs rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) melemah 2,31% sepekan ke Rp 15.495 per dolar AS. Secara harian, nilai tukar rupiah spot dan Jisdor masing-masing melemah 0,37% dan 0,65%. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, depresiasi nilai tukar rupiah masih bersumber dari faktor eksternal. "Utamanya, perkembangan ekonomi AS dan kondisi geopolitik di Timur Tengah," kata Josua kepada Kontan.co.id, Jumat (4/10).
Saat ini investor cenderung wait-and-see, menunggu data pasar tenaga kerja AS yang akan rilis malam ini, yakni non-farm payrolls dan tingkat pengangguran. Data pasar tenaga kerja AS yang rilis pada pekan ini cenderung menunjukkan penguatan. Baca Juga: Klarifikasi, BI Sebut Uang Pecahan Rp 10.000 Emisi Tahun 2005 Masih Berlaku Tensi geopolitik di Timur Tengah juga memanas sehingga membuat indeks dolar menguat ke level tertinggi dalam lebih dari enam pekan terakhir. Sementara itu, Presiden AS Joe Biden turut mengisyaratkan AS mendukung Israel untuk menargetkan fasilitas minyak Iran sebagai balasan atas serangan rudal Iran baru-baru ini. "Sehingga menyebabkan harga minyak global cenderung naik dan meningkatkan permintaan terhadap aset safe-haven," imbuh Josua. Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo sepakat kedua sentimen itu mempengaruhi penguatan dolar AS selama sepekan ini. Menurut dia, sentimen tersebut masih akan berlanjut pada pekan depan. Baca Juga: Kompak, Rupiah Jisdor Melemah 0,66% ke Rp 15.495 Per Dolar AS Pada Jumat (4/10)