Faktor ini yang bikin IHSG melesat naik lebih 1%



JAKARTA. Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat tajam 1,18% ke level 4.836, Rabu (2/3) ini. Penguatan ini dipicu sentimen positif dari global dan berita baik dari dalam negeri.

Christian Saortua, analis Minna Padi Investama mengatakan indeks global memang bergerak positif. "Kita ketahui bursa Amerika dan Eropa sebelumnya menguat signifikan, bursa di regional Asia pun ditutup menguat dipimpin Nikkei Jepang dan Shanghai China menguat mencapai 4%," jelasnya pada KONTAN.

Penguatan bermula dari stabilnya harga minyak yg kembali di atas US$ 30 per barrel. Lalu, dilanjutkan kekhawatiran pertumbuhan global yang menurun. Menurut Chris, efeknya sudah berkurang.


Sentimen positif di bursa global mempengaruhi indeks Jakarta. Di pasar efek, asing membukukan beli bersih alias net buy Rp 481 miliar. Selain itu, rupiah di bursa menguat ke angka Rp 13.314. Mata uang stabil memberikan sentimen positif pada indeks.

"Laporan keuangan emiten yang rilis, hasilnya memuaskan. Investor melihat 2015 ini secara fundamental tak terlalu menjatuhkan pasar Indonesia, 2016 ekspektasinya perusahaan ini ekspansi dan lebih baik lagi," paparnya.

Muhammad Al-Amin, analis Millenium Danatama mengatakan hal serupa. Indeks menguat karena data inflasi bulan Februari devaluasi, tarif dasar llstrik juga turun, ditambah lagi harga bahan bakar minyak juga turun.

"Ini menjadi katalis positif ditambah penguatan harga minyak dari global. Dalam negeri katalis positif paling besar itu dari 3 hal tadi," ungkap Amin.

Ketiga hal yang disebutkan Amin dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat. Kondisi ini baik bagi saham-saham sektor konsumer. Selain itu, Pajak dana investasi real estate (DIRE) turun juga menjadi sentimen positif untuk sektor properti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto