Famon Awal Bros Sedaya (PRAY) Optimistis Target Kinerja Tercapai pada Akhir Tahun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) atau Primaya Hospital Group masih mempertahankan target pertumbuhan kinerja yang dibidik sejak awal tahun 2026. Direktur Utama PRAY, Leona A. Karnali mengatakan pada awal 2026, perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20% dan EBITDA 15% secara tahunan (YoY). Hingga Semester I-2026, realisasinya berhasil melampaui target tersebut, dengan perolehan pendapatan yang tumbuh 31% dan EBITDA tumbuh 27%. “Hal ini mencerminkan momentum pertumbuhan yang kuat dari jaringan rumah sakit kami, termasuk kontribusi awal dari rumah sakit-rumah sakit baru,” ungkap Leona, kepada Kontan.co.id, pekan lalu. Jika diperinci, perusahaan tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 1,43 triliun per semester I-2026, dibandingkan Rp 1,10 triliun pada posisi yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: PRAY Targetkan Miliki 21 Jaringan Rumah Sakit hingga Akhir 2026 Pada saat yang sama, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru mengalami penurunan 31,18% menjadi Rp 58,63 miliar, dari sebelumnya Rp 85,2 miliar di posisi yang sama tahun lalu. Perusahaan tidak menetapkan target spesifik terkait perolehan laba bersih mengingat sifatnya yang lebih dipengaruhi oleh faktor non-operasional seperti beban D&A dan bunga terkait fase ekspansi yang sedang berjalan. Seperti diketahui, PRAY tengah menjalankan ekspansi sejumlah rumah sakit baru pada tahun ini, antara lain rumah sakit Kelapa Gading, Cikini, dan BSD. Menurutnya, fase ekspansi tersebut kini sudah mencapai titik impas dan menuju profitabilitas penuh. “Kami optimistis Laba Bersih akan mengikuti tren pemulihan margin secara bertahap memasuki Semester II-2026 dan tahun-tahun berikutnya,” ucapnya. Untuk  mendorong pemulihan margin dan laba pada semester II-2026, PRAY memfokuskan strategi bisnisnya pada “Becoming More Premium”.

Baca Juga: PRAY Kantongi Pendapatan Rp 1,43 Triliun pada Sementer I-2026 Hal ini direalisasikan melalui pembukaan rumah sakit di lokasi-lokasi premium seperti Kelapa Gading, serta segera beroperasinya gedung baru Cikini dan BSD Hospital. 


Pengoperasian rumah sakit di lokasi-lokasi tersebut sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat kontribusi pasien di segmen premium terhadap mix pendapatan.

Selain itu, PRAY terus menjalankan inisiatif operasional yang telah terbukti, termasuk penguatan Centers of Excellence untuk meningkatkan kualitas klinis dan daya tarik pasien premium. Penerapan Clinical Pathway yang terstandarisasi juga dilakukan untuk mengontrol biaya perawatan, serta manajemen biaya berbasis lean dan teknologi (AI) di seluruh jaringan. “Kombinasi strategi ini kami yakini akan mendorong perbaikan margin secara bertahap seiring rumah sakit-rumah sakit baru mencapai skala operasional yang optimal,” pungkasnya.

Baca Juga: Primaya Rajawali Hospital Resmi Dibuka, PRAY Perkuat Layanan di Bandung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News