KONTAN.CO.ID - LONDON. Perusahaan-perusahaan farmasi Eropa mendesak peningkatan belanja pemerintah untuk obat-obatan, percepatan uji coba, dan perlindungan kekayaan intelektual. Pada hari Selasa (22/9), mereka memperingatkan bahwa industri farmasi benua tersebut berisiko kalah bersaing dengan Amerika Serikat dan Tiongkok. Pemerintah negara-negara Eropa yang memiliki keterbatasan anggaran telah lama mendapat tekanan dari kelompok lobi dan perusahaan farmasi untuk meninjau kembali cara mereka menarik, membina, menilai, dan membiayai obat-obatan inovatif agar tidak tertinggal di dunia yang semakin kompetitif. Para pimpinan dari sembilan perusahaan farmasi—termasuk AstraZeneca, GSK, Novo, Novartis, Roche, dan Sanofi—mendesak Uni Eropa dan negara-negara anggotanya untuk meningkatkan investasi di industri ini. Pimpinan Boehringer Ingelheim, Chiesi, dan Ipsen juga turut menandatangani seruan tersebut.
Farmasi Eropa Desak Investasi Ditingkatkan, Khawatir Kalah dari AS dan China
KONTAN.CO.ID - LONDON. Perusahaan-perusahaan farmasi Eropa mendesak peningkatan belanja pemerintah untuk obat-obatan, percepatan uji coba, dan perlindungan kekayaan intelektual. Pada hari Selasa (22/9), mereka memperingatkan bahwa industri farmasi benua tersebut berisiko kalah bersaing dengan Amerika Serikat dan Tiongkok. Pemerintah negara-negara Eropa yang memiliki keterbatasan anggaran telah lama mendapat tekanan dari kelompok lobi dan perusahaan farmasi untuk meninjau kembali cara mereka menarik, membina, menilai, dan membiayai obat-obatan inovatif agar tidak tertinggal di dunia yang semakin kompetitif. Para pimpinan dari sembilan perusahaan farmasi—termasuk AstraZeneca, GSK, Novo, Novartis, Roche, dan Sanofi—mendesak Uni Eropa dan negara-negara anggotanya untuk meningkatkan investasi di industri ini. Pimpinan Boehringer Ingelheim, Chiesi, dan Ipsen juga turut menandatangani seruan tersebut.