Fasilitas Minyak Rusia Diserang Ukraina, Wamen ESDM: Tak Ganggu Ketahanan Energi RI



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan serangan Ukraina terhadap sejumlah fasilitas minyak milik Rusia tidak akan mengganggu ketahanan energi nasional. Pasalnya, rencana kerja sama impor minyak mentah dari Negeri Beruang Merah tersebut hingga kini masih dalam tahap penyelesaian secara bisnis.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan, rencana impor minyak dari Rusia saat ini masih terus berjalan di level badan usaha. 

"Ini masih dalam proses. Itu kan ada badan usaha, itu ada kerja sama, itu lagi penyelesaian," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (4/5/2026).


Baca Juga: Kinerja Arsy Buana (HAJJ) Lesu pada Kuartal I-2026, Pendapatan Turun 11,53%

Yuliot menambahkan, detail mengenai waktu pengiriman atau realisasi dari kerja sama tersebut masih menunggu keputusan final. Menurutnya, kepastian kapan impor tersebut mulai masuk ke Indonesia akan diumumkan langsung oleh Menteri ESDM. 

"Itu nanti kapan realisasinya akan disampaikan sama Pak Menteri," lanjutnya.

Terkait adanya gangguan terhadap fasilitas ekspor minyak Rusia akibat serangan Ukraina, Yuliot menegaskan hal tersebut belum berdampak pada Indonesia. Alasan utamanya adalah karena Indonesia memang belum memulai aktivitas bongkar muat minyak dari sana. 

"Ya kan kita baru akan impor dari sana," kata Yuliot.

Oleh karena itu, penurunan produksi maupun kendala logistik di Rusia akibat konflik geopolitik tersebut dipastikan tidak berpengaruh pada pasokan minyak tanah air untuk saat ini. 

Saat ditegaskan kembali apakah situasi tersebut benar-benar tidak memberikan pengaruh terhadap suplai ke Indonesia, Yuliot menjawab singkat. "Iya, tak pengaruh," jelasnya.

Baca Juga: Samator Indo Gas (AGII) Siapkan Capex Hingga Rp 350 Miliar pada 2026

Untuk diketahui, drone Ukraina dikabarkan menyerang fasilitas minyak Rusia, termasuk sebuah pelabuhan pemuatan di Laut Baltik dan dua kapal tanker yang digadang-gadang digunakan untuk mengangkut minyak mentah Rusia.

Serangan ini menjadi bagian dari rangkaian serangan Ukraina yang menargetkan aset-aset minyak kepunyaan Rusia.

Serangan drone yang terjadi pada malam hari memicu kebakaran di pelabuhan ekspor minyak terbesar Rusia di Laut Baltik serta pelabuhan Primorsk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News