FAST bidik penjualan Rp 4,97 triliun di 2015



JAKARTA. PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) optimistis bisa kembali meraih pertumbuhan penjualan di 2015 mendatang. Pemilik sekaligus pengelola jaringan restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken (KFC) ini menetapkan target penjualan tahun depan senilai Rp 4,97 triliun.

Target tersebut terungkap dalam materi paparan publik yang dirilis FAST, Selasa (16/12). Target penjualan tahun depan itu tumbuh sekitar 15,53% dari perolehan 2014 yang sebelumnya diproyeksikan manajemen FAST senilai Rp 4,3 triliun.

Untuk mencapai target, FAST akan melanjutkan penambahan cabang baru. "40-45 cabang baru  dan sebagian besar tipe 'free standing'," tulis manajemen FAST dalam materi paparan publik, Selasa (16/12).


FAST juga akan menambah 20 KFC Box sebagai upaya mendorong pertumbuhan penjualan. Rencana memacu pembangunan KFC Box merupakan respon FAST atas terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Soalnya, biaya untuk membangun 1 (satu) unit gerai KFC reguler melonjak sekitar 10% akibat depresiasi nilai tukar rupiah. Nah, sebaliknya, biaya investasi KFC Box justru bisa lebih rendah dibandingkan gerai reguler.

Catatan KONTAN, manajemen FAST pernah menyatakan bahwa biaya investasi gerai KFC Box hanya 40% dari biaya investasi gerai KFC yang sebesar Rp 4 miliar. Artinya, FAST hanya memerlukan investasi senilai Rp 1,6 miliar untuk membangun satu unit KFC Box.

Selain faktor biaya investasi yang lebih murah, pembangunan KFC Box juga dinilai FAST akan lebih efektif menjangkau target pasar yang lebih luas. FAST ingin terus melakukan penetrasi ke daerah tingkat II alias kabupaten atau kota.

Saat ini, jaringan restoran KFC sudah mencakup 110 kota yang tersebar di 33 provinsi. Strategi membangun KFC Box mulai dilakukan FAST di tahun ini. Sebelumnya, FAST sudah membangun KFC Box di Stasiun Manggarai, Jakarta.

Jika sesuai rencana, FAST akan membuka dua unit KFC Box lagi di tahun ini. Selain menambah gerai, FAST juga melakukan strategi lain guna mendongkrak pertumbuhan penjualan. FAST, sejak tahun ini, berusaha meningkatkan efisiensi dalam hal biaya bahan baku ayam.

FAST berusaha memanfaatkan penurunan harga ayam dengan cara meningkatkan persediaan 2-3 bulan menjelang liburan. strategi lain yang ditempuh FAST adalah melakukan inovasi menu-menu pendukung di seluruh gerai KFC.

Namun, perusahaan yang dikendalikan keluarga Gelael ini juga menghadapi beberapa hambatan. Kenaikan upah minimum menjadi hambatan utama yang dihadapi FAST. Secara rata-rata, upah minimum di seluruh jaringan restoran KFC naik menjadi 18% di 2014 dibandingkan tahun sebelumnya yang 14,5%.

"Kenaikan upah minimum tidak mengakibatkan kenaikan omzet," terang manajemen FAST. Untuk meminimalisir dampak kenaikan upah minimum, FAST mengurangi jumlah karyawan di seluruh jaringan restorannya.

FAST juga menanggung kenaikan biaya produksi akibat lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM), gas dan listrik. Hambatan lain yang dihadapi FASt adalah kian ketatnya persaingan lantaran menjamurnya kuliner-kuliner lokal.

Pada Selasa (16/12), harga FAST ditutup tidak bergerak dari level Rp 2.090 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto