KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fauzi Arfan resmi menggantikan Rudy Kamdani sebagai Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) untuk periode 2026–2029. Penetapan itu dilakukan dalam Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) Tahun 2026. Asal tahu saja, Fauzi Arfan menjabat sebagai Presiden Direktur PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah. Fauzi menyampaikan AASI akan membangun fondasi yang lebih kuat melalui konsolidasi organisasi, memperkuat sinergi antaranggota. "Ditambah, menyiapkan peta jalan menuju kemandirian industri asuransi syariah,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat (1/5/2026).
Fauzi juga menyampaikan visinya untuk menjadikan AASI sebagai asosiasi yang mandiri, dengan memajukan industri dalam hal daya saing, menjadi motor pertumbuhan yang profesional, serta berdampak luas. Untuk mewujudkannya, dia menekankan sejumlah fokus utama, antara lain penguatan kelembagaan, pengembangan agen yang profesional dan kompetitif, serta perluasan literasi dan inklusi pasar.
Baca Juga: Dana Murah Capai Rp 1.000 Triliun, Biaya Dana BRI Turun Jadi 2,3% pada Kuartal I-2026 "Selain itu, peningkatan peran dalam kebijakan dan regulasi, termasuk mendorong kolaborasi industri guna menghadirkan program yang berdampak bagi masyarakat," tuturnya. Selain Fauzi, pemilihan Ketua Umum AASI diikuti oleh dua kandidat lain, yakni At Yaltha sebagai Direktur Utama PT Asuransi Jasindo Syariah dan Yurivanno Gani sebagai Direktur Utama PT Asuransi Takaful Keluarga. Sementara itu, RALB juga memilih dan menetapkan Dewan Pengawas AASI periode 2026–2029 melalui mekanisme pemungutan suara yang diikuti oleh delapan kandidat. Berdasarkan hasil pemilihan, Ma'ruf Amin ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengawas, Tati Febriyanti dan Arry Bagoes Wibowo ditetapkan sbagai Anggota Dewan Pengawas AASI. Ma'ruf Amin menyampaikan pergerakan ekonomi syariah terbagi dalam dua fase, yakni 25 tahun pertama sebagai periode memasyarakatkan ekonomi syariah dan 25 tahun ke depan mulai 2026 sebagai fase
take-off untuk mensyariahkan ekonomi masyarakat, termasuk asuransi syariah.
Baca Juga: Laba IIF Melonjak 51% di 2025, Dividen Rp74 Miliar Siap Dibagikan Dia juga mengatakan bahwa potensi asuransi syariah sangat besar, tetapi pangsa pasarnya masih menjadi tantangan. "Dengan demikian, diperlukan fokus untuk mengembangkan dan memperluas
market share," ucapnya.
Lebih lanjut, Ma'ruf Amin menjelaskan tiga langkah utama yang perlu dilakukan, yaitu penguatan konsolidasi organisasi di tingkat perusahaan dan asosiasi, penguatan regulasi yang mendorong pengembangan industri, serta optimalisasi peran agen asuransi syariah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Dia juga mengatakan pentingnya nilai spiritual sebagai fondasi, dengan menekankan prinsip memohon pertolongan kepada Allah dan tidak bersikap lemah dalam menghadapi periode
take-off. Meski jumlah perusahaan asuransi syariah ke depan dapat menurun seiring adanya kewajiban spin-off, Ma'ruf Amin menyebut pangsa pasar justru diharapkan makin meningkat melalui penguatan kelembagaan, keagenan, serta regulasi yang mendukung pertumbuhan industri. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News