Februari, Wisatawan Asing ke Indonesia Turun



JAKARTA. Dampak krisis global ke industri pariwisata mulai terlihat nyata. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Februari 2009 turun 9,43% dibanding Februari 2008 yang mencapai 465.400. "Kunjungan wisman Februari lalu hanya 421.600 orang," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan, Kamis (2/4).

Rusman bilang, Februari lalu merupakan musim sepi (low season) dengan jumlah hari yang lebih pendek. Namun, penurunan ini juga dipengaruhi kondisi krisis global yang melanda hampir semua negara di dunia. "Krisis global ternyata juga membuat orang menunda melakukan kunjungan wisata," katanya.

Khusus untuk Bali, jumlah wisman yang datang selama Februari 2009 juga turun sebesar 9,41% dibandingkan dengan Februari 2008. "Penurunan kedatangan wisman ini, berdampak terhadap tingkat hunian kamar hotel," ungkap Rusman.


Pada Februari lalu, tingkat hunian hotel di Bali rata-rata sekitar 50,99% atau menurun sebesar 2,38% dibandingkan pada Januari 2009. Hotel yang berada di wilayah Denpasar menempati urutan tertinggi tingkat hunian sebesar 55,83%. "Tingkat hunian hotel terendah ada di Karangasem, yakni 14,69%," ujar Rusman.

Sekretaris Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Noviendi Makalam mengatakan, "Ini wajar. Kami sudah memprediksi. Target kunjungan wisatawan tahun ini hanya 6,5 juta orang," ungkapnya.

Sedangkan Direktur Eksekutif Bali Hotel Association Djinaldi Gozana bilang, di masa sulit ini, pelaku industri perhotelan telah berupaya menarik wisatawan datang ke Bali dengan beberapa paket promosi menginap murah. “Kami berusaha menepis anggapan bahwa biaya berkunjung ke Bali itu mahal,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News