KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Mahalnya ongkos penghimpunan dana membuat pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) perbankan terkikis. Untuk menjaga profitabilitas, bank perlu mengandalkan pendapatan dari sumber lainnya, termasuk dari fee dan komisi layanan. Misalnya saja Bank Central Asia (BCA). Hingga Juni 2026, NII BCA turun tipis 0,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 42,4 triliun. Di sisi lain, pendapatan non bunga naik 11% yoy menjadi Rp 13,2 triliun. Penyokong utamanya adalah pendapatan fee dan komisi yang tumbuh 11,2% yoy menjadi Rp 11 triliun. EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn menjelaskan, peningkatan ini tak lepas dari pengembangan transaksi perbankan yang didorong BCA di berbagai kanal, baik digital maupun non digital.
Fee dan Komisi Topang Profitabilitas Bank Kala Pendapatan Bunga Landai
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Mahalnya ongkos penghimpunan dana membuat pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) perbankan terkikis. Untuk menjaga profitabilitas, bank perlu mengandalkan pendapatan dari sumber lainnya, termasuk dari fee dan komisi layanan. Misalnya saja Bank Central Asia (BCA). Hingga Juni 2026, NII BCA turun tipis 0,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 42,4 triliun. Di sisi lain, pendapatan non bunga naik 11% yoy menjadi Rp 13,2 triliun. Penyokong utamanya adalah pendapatan fee dan komisi yang tumbuh 11,2% yoy menjadi Rp 11 triliun. EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn menjelaskan, peningkatan ini tak lepas dari pengembangan transaksi perbankan yang didorong BCA di berbagai kanal, baik digital maupun non digital.
TAG: