Fender Gugat Thomann di Jerman, Sengketa Hak Cipta Gitar Stratocaster Memanas



KONTAN.CO.ID - Produsen gitar legendaris Fender Musical Instruments Corporation menggugat peritel alat musik asal Jerman, Thomann, ke pengadilan di Düsseldorf dalam sengketa hak cipta desain gitar listrik Stratocaster.

Melansir Reuters Kamis (16/7/2026), gugatan yang diajukan pekan ini merupakan tindak lanjut setelah Fender pada Maret lalu memperoleh perlindungan hak cipta di Eropa atas desain bodi Stratocaster, salah satu model gitar paling ikonik di dunia yang populer berkat musisi seperti Jimi Hendrix dan Eric Clapton.

Baca Juga: AS Ubah Aturan Visa Mahasiswa Asing dan Jurnalis, Masa Tinggal Akan Dibatasi


Dalam gugatannya, Fender menilai gitar bermerek Harley Benton yang dikembangkan dan dijual Thomann memiliki desain yang meniru bentuk khas Stratocaster.

Padahal, Thomann merupakan salah satu mitra ritel terbesar Fender secara global.

Pada Mei lalu, Fender juga telah mengirimkan surat peringatan (cease and desist) kepada sejumlah produsen alat musik, termasuk Yamaha, agar menghentikan produksi dan penjualan gitar yang menyerupai Stratocaster untuk pasar Eropa.

Hingga berita ini ditulis, Thomann belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait gugatan tersebut.

Baca Juga: Iran Minta Houthi Siaga Tutup Laut Merah Jika AS Serang Infrastruktur Energi

Bentuk Stratocaster Diperdebatkan

Selama beberapa dekade, berbagai produsen gitar, baik skala besar maupun kecil, telah memasarkan instrumen dengan bentuk menyerupai Stratocaster di berbagai segmen harga.

Desain tersebut bahkan telah begitu populer hingga digunakan sebagai ikon atau emoji gitar di berbagai sistem operasi.

Langkah Fender untuk menegakkan hak cipta atas desain tersebut, termasuk terhadap produsen gitar butik, memicu kritik dari sebagian komunitas gitaris dan kreator konten musik di internet.

Sebelumnya, pada Juni, Thomann lebih dulu mengajukan gugatan berupa deklarasi non-pelanggaran terhadap Fender.

Dalam permohonannya, Thomann berpendapat Fender tidak memiliki hak cipta yang sah atas bentuk bodi Stratocaster.

Perusahaan itu juga menilai putusan pengadilan pada Maret lalu tidak dapat dijadikan dasar yang kuat karena diperoleh melalui putusan verstek (default judgment) terhadap penjual daring berskala kecil yang tidak hadir di persidangan untuk membantah klaim Fender.

Baca Juga: Final Piala Dunia 2026 Sajikan Duel Guru dan Murid, Spanyol Tantang Argentina

Fender Sebut Stratocaster Jadi Aset Penting

Dalam dokumen gugatan terbarunya, Fender menyebut perusahaan menjual sekitar 500.000 unit Stratocaster setiap tahun, dengan sekitar 34.000 unit di antaranya dipasarkan di Jerman.

Fender juga mengutip estimasi Thomann yang menyebut peritel tersebut menjual sekitar 10.000 unit Stratocaster Fender setiap tahun.

"Thomann bukan pembuat gitar independen berskala kecil. Perusahaan ini merupakan salah satu peritel alat musik terbesar di dunia, salah satu mitra ritel terbesar Fender, sekaligus pemilik Harley Benton, salah satu merek gitar terbesar di Eropa," kata Fender dalam pernyataannya.

Kasus ini diperkirakan menjadi salah satu sengketa hak kekayaan intelektual paling penting di industri alat musik karena dapat menjadi preseden mengenai sejauh mana desain instrumen musik klasik dapat memperoleh perlindungan hak cipta di pasar Eropa.