Fenomena Makan Tabungan, BCA Sebut Simpanan di Bawah Rp 100 Juta Masih Tumbuh



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tanda-tanda kelesuan ekonomi muncul dari fenomena makan tabungan di masyarakat. Namun begitu, simpanan kecil di Bank Central Asia (BBCA) disebut masih tumbuh positif. 

Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), nominal simpanan di bawah Rp 100 juta hingga Juni 2026 tumbuh 2,1% dalam sebulan menjadi Rp 1.166,76 triliun. Dalam setahun, jumlah ini mencerminkan pertumbuhan 5,2%. 

Namun, riset Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menunjukkan rata-rata nominal simpanan di segmen ini terus menurun. 


Baca Juga: Tugu Insurance Catatkan Laba Tumbuh 76,87% pada Semester I-2026

Pada 2018, nominal rata-rata simpanan di bawah Rp 100 juta senilai Rp 3,1 juta per rekening, kemudian menurun menjadi Rp 1,8 juta per rekening pada 2024. Hingga Mei 2026, nilainya kian turun menjadi Rp 1,7 juta per rekening. 

Chief Economist Perbanas Winang Budoyo menyebut, tren tersebut menunjukkan bahwa meski total simpanan dalam segmen ini masih tumbuh, nyatanya nilai simpanan secara individu di masyarakat terus berkurang. 

“Artinya lebih banyak tabungan yang dipakai dibandingkan yang mereka akumulasikan,” kata Winang dalam forum di Jakarta, Kamis (30/7/2026). Maka, lanjutnya, fenomena makan tabungan alias mantab dapat terlihat. 

Memang, pertumbuhan nominal simpanan di segmen nasabah ini tak sebanding dengan pertumbuhan rekeningnya. Sementara dalam setahun nominal simpanan di bawah Rp 100 juta tumbuh 5,2%, jumlah rekeningnya dalam periode yang sama tumbuh lebih cepat yakni 9,5% menjadi 689,48 juta. 

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F Haryn mengaku dalam periode yang sama jumlah rekening dengan nilai simpanan di bawah Rp 100 juta tercatat masih tumbuh secara sehat. Namun, ia tak merincikan nilainya.

Ia bilang, secara umum, pertumbuhan simpanan dan Dana Pihak Ketiga (DPK) bakal bergantung pada sejumlah variabel makroekonomi. “Baik yang berasal dari kondisi eksternal maupun kondisi domestik,” ujar Hera kepada Kontan, Jumat (31/7/2026). 

DI BCA sendiri, secara konsolidasian total DPK BCA naik 7,9% dalam setahun menyentuh Rp 1.284 triliun per Juni 2026. Dana giro dan tabungan (CASA) secara konsolidasi berkontribusi sekitar 84,3% dari total DPK, tumbuh 10,2% dalam setahun mencapai Rp 1.082 triliun.

Baca Juga: Bank Neo Commerce (BBYB) Masih Tunggu Aturan untuk Naik Kelas KBMI

Mencermati kebutuhan nasabah yang dinamis dan beragam, Hera bilang pihaknya secara konsisten mengusung konsep "hybrid banking” untuk memberikan layanan secara holistik, baik di ekosistem online maupun offline. 

“Strategi ini dilakukan untuk mempertahankan posisi di pasar dan senantiasa bertumbuh,” tukas Hera. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News