KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Festival Bale Nagi yang menjadi rangkaian ritual religi Semana Santa di Larantuka Ibukota Kabupaten Flores Timur menjadi upaya tersendiri untuk mempromosikan wisata religi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Festival Bale Nagi yang sudah dimulai pada 6 April 2019 dan puncak acaranya pada 25 April 2019 diharapkan mampu menjaring wisatawan ke wilayah Larantuka di Flores Timur dan sekitarnya. Festival yang baru pertama digelar ini dalam bahasa setempat berarti pulang kampung yang bertujuan untuk mengajak orang-orang Flores Timur yang berada di luar Larantuka untuk pulang kampung saat Semana Santa. Acara itu juga sebagai daya tarik bagi peziarah.
Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Ricky Fauziyani mengatakan, selain sebagai wisata religi, event ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan maupun memperpanjang lama waktu tinggal di Kabupaten Flores Timur. “Biasanya wisatawan yang datang hanya 1-2 hari di Larantuka. Semoga dengan digelar Festival Bale Nagi, lama tinggalnya bisa semakin panjang mencapai 7 hari di sini,” kata Ricky dalam keterangan pers, Sabtu (20/4). Setiap tahun, lanjut Ricky, banyak wisatawan asing dari berbagai negara yang sangat antusias mengikuti ritual rohani yang merupakan salah satu peninggalan bersejarah dalam sejarah umat Kristen-Katolik tersebut.