FIFA Bantah Isu Match Fixing di Piala Dunia 2026, Ini Pernyataan Resminya



KONTAN.CO.ID - FIFA menegaskan tidak menemukan indikasi pengaturan skor (match fixing) maupun aktivitas taruhan mencurigakan sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Kepastian itu disampaikan melalui pernyataan resmi setelah muncul berbagai tuduhan yang beredar selama turnamen.

Dalam keterangannya, FIFA menyebut seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026 dipantau secara langsung oleh FIFA Integrity Task Force, yaitu tim khusus yang bertugas menjaga integritas kompetisi dari ancaman manipulasi pertandingan.


"Hasil pemantauan dan analisis selama turnamen tidak menemukan aktivitas taruhan yang mencurigakan maupun indikasi manipulasi pertandingan pada satu pun laga," tulis FIFA dalam pernyataan resminya yang dirilis pada Kamis (23/7).

Baca Juga: FIFA Umumkan 11 Pemain Terbaik Piala Dunia 2026: Ada Messi hingga Vozinha

FIFA Pantau Bursa Taruhan

FIFA menjelaskan, sepanjang turnamen mereka mengumpulkan laporan pemantauan pasar taruhan serta berbagai informasi lain dari anggota Integrity Task Force melalui sejumlah mekanisme pelaporan.

Seluruh data tersebut kemudian dianalisis dan dibagikan kepada para anggota tim sesuai prosedur operasional yang telah ditetapkan.

Menurut FIFA, kerja sama lintas lembaga memungkinkan setiap dugaan atau sinyal potensi manipulasi pertandingan dapat dinilai dan ditindaklanjuti secara cepat.

Integrity Task Force Piala Dunia 2026 melibatkan berbagai organisasi internasional, mulai dari AFC, CAF, Concacaf, CONMEBOL, UEFA, OFC, federasi sepak bola Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Bahkan, FIFA juga menggandeng FBI, INTERPOL, United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), Sportradar, International Betting Integrity Association (IBIA), hingga Departemen Kehakiman Amerika Serikat.

Baca Juga: Pajak AS Bisa Pangkas Hadiah Juara Piala Dunia Spanyol hingga Rp268,5 Miliar

Isu Match Fixing Selama Piala Dunia 2026

Praktik pengaturan hasil laga menguat usai kemenangan kontroversial Argentina atas Mesir dengan skor 3-2 pada babak 16 besar.

Saat itu, pelatih Mesir Hossam Hassan menuding penyelenggara ingin mempertahankan Argentina dan Lionel Messi di turnamen demi kepentingan pemasaran.

Tuduhan tersebut sebelumnya juga telah dibantah oleh Kepala Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina.

Menurut Collina, kritik terhadap keputusan wasit merupakan hal yang wajar dalam sepak bola. Namun, ia menegaskan tuduhan tanpa dasar tidak memiliki tempat dalam olahraga.

"Kritik yang membangun terhadap keputusan wasit selalu menjadi bagian dari sepak bola. Namun, tuduhan yang tidak berdasar tidak memiliki tempat dalam olahraga ini," kata Collina, dikutip GiveMeSport.

Setelah ini, FIFA juga memastikan akan terus bekerja sama dengan seluruh anggota Integrity Task Force untuk menjaga integritas kompetisi internasional berikutnya, termasuk Piala Dunia Wanita FIFA 2027.

Baca Juga: Ballon d'Or Harus Juara Piala Dunia? Ini Fakta dan Rekor Sejak 1995