FIFA Deteksi 7 Juta Unggahan Bernada Pelecehan Selama Piala Dunia 2026



KONTAN.CO.ID - FIFA mendeteksi lebih dari 7 juta unggahan di media sosial yang berpotensi mengandung ancaman maupun pelecehan terhadap pemain, pelatih, ofisial, dan perangkat pertandingan sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.

Temuan tersebut diungkap FIFA melalui Social Media Protection Service (SMPS), layanan yang dibentuk untuk melindungi para pelaku sepak bola dari ancaman dan penyalahgunaan di platform media sosial.

Baca Juga: Mengapa Argentina Jadi Tim yang Paling Memecah Opini di Piala Dunia?


FIFA menyebut jumlah unggahan bermasalah yang terdeteksi pada Piala Dunia 2026 meningkat tajam dibanding edisi 2022.

Tingkat deteksinya mencapai 14 kali lebih tinggi dibanding Piala Dunia 2022, ketika sekitar 470.000 unggahan yang mengandung unsur ancaman atau pelecehan berhasil dihapus.

Selama turnamen berlangsung, tim SMPS telah meninjau lebih dari 500.000 pesan yang terlebih dahulu diidentifikasi oleh sistem kecerdasan buatan (AI) sebagai berpotensi mengandung unsur pelecehan terhadap pemain, pelatih, maupun ofisial.

Dari hasil peninjauan tersebut, FIFA telah melaporkan lebih dari 1.000 ancaman kepada otoritas terkait, termasuk aparat penegak hukum.

Secara keseluruhan, layanan SMPS telah memoderasi lebih dari 53 juta unggahan dan komentar di berbagai platform media sosial sejak Piala Dunia 2026 dimulai. Turnamen tersebut akan ditutup dengan laga final antara Argentina dan Spanyol pada Minggu (19/7).

Baca Juga: Del Bosque: Argentina Tim Tangguh, Spanyol Tak Boleh Terlena di Final Piala Dunia

Sebelumnya, pada awal Juli, FIFA juga mengungkapkan bahwa sekitar 11% dari seluruh pesan ofensif yang terdeteksi selama turnamen mengandung unsur pelecehan rasial, menegaskan bahwa diskriminasi masih menjadi tantangan besar dalam dunia sepak bola, termasuk di ruang digital.