FIFA Ingin Ubah Aturan Adu Penalti Piala Dunia 2026, Ini Detailnya



KONTAN.CO.ID - FIFA dikabarkan tengah mengupayakan perubahan aturan adu penalti menjelang fase gugur Piala Dunia 2026.

Selama lebih dari empat dekade, adu penalti menjadi cara penentuan pemenang pada pertandingan fase gugur yang masih imbang setelah 90 menit waktu normal dan perpanjangan waktu.

Namun, FIFA menilai ada aspek yang bisa dibuat lebih adil bagi kedua tim.


Baca Juga: Peluang AS vs Iran di Piala Dunia 2026 Masih Terbuka, Ini Skenarionya

FIFA Ingin Kurangi Lempar Koin Sebelum Adu Penalti

Seperti kita tahu, saat ini wasit melakukan dua kali lempar koin sebelum adu penalti berlangsung.

Lempar koin pertama digunakan untuk menentukan tim yang akan menendang lebih dulu. Sementara lempar koin kedua menentukan gawang mana yang akan digunakan untuk adu penalti.

Sistem tersebut memungkinkan satu tim kalah dalam dua lempar koin sekaligus. Akibatnya, tim tersebut tidak hanya kehilangan kesempatan menendang lebih dulu, tetapi juga tidak bisa memilih sisi lapangan yang dianggap lebih menguntungkan.

Menurut laporan The Times, FIFA mengusulkan agar hanya ada satu kali lempar koin.

Dalam skema baru itu, kapten yang memenangkan lempar koin hanya dapat memilih satu keuntungan, yakni menentukan urutan penendang atau memilih sisi gawang. Hak lainnya otomatis diberikan kepada lawan.

Sebagai contoh, jika Tim A memenangkan lempar koin dan memilih menendang lebih dulu, maka Tim B berhak menentukan gawang yang akan digunakan untuk adu penalti.

Langkah ini dinilai dapat mengurangi potensi ketidakadilan yang muncul ketika satu tim kalah dalam dua undian sekaligus.

Baca Juga: Daftar Liga Termahal di Eropa: Liga Inggris Jauh di Atas Liga Spanyol

Bisa Berlaku di Piala Dunia 2026

Laporan tersebut menyebutkan FIFA ingin perubahan aturan ini segera diterapkan pada fase gugur Piala Dunia 2026.

Namun, aturan baru hanya dapat diberlakukan apabila mendapat persetujuan dari International Football Association Board (IFAB), badan yang bertanggung jawab atas regulasi sepak bola dunia.

Jika disetujui sebelum pertandingan fase gugur dimulai, perubahan tersebut berpeluang langsung digunakan pada turnamen tahun ini.

Baca Juga: Pencetak Gol Terbanyak di Setiap Piala Dunia FIFA dari 1930 hingga 2022

Benarkah Menendang Lebih Dulu Memberi Keuntungan?

Mengutip Sports Illustrated, banyak penelitian menyimpulkan bahwa tim yang mengambil tendangan pertama memiliki peluang menang lebih besar karena lawan berada di bawah tekanan psikologis untuk terus menyamakan skor.

Namun, sejumlah penelitian lain menghasilkan kesimpulan berbeda.

Salah satunya penelitian yang dilakukan David Pipke dan dipublikasikan dalam Journal of Economic Psychology pada 2025. Dalam riset tersebut, Pipke menganalisis sekitar 7.000 adu penalti dan lebih dari 74.000 tendangan penalti.

Hasil penelitian itu menemukan tidak ada bukti kuat bahwa tim yang menendang lebih dulu memiliki peluang menang lebih besar dibanding lawannya.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa faktor urutan penendang mungkin tidak memberikan keuntungan sebesar yang selama ini dipercaya banyak orang.

Meski demikian, FIFA tetap berupaya menyempurnakan mekanisme adu penalti agar dianggap lebih adil bagi kedua tim yang bertanding.

Baca Juga: Daftar Top Skor Argentina di Piala Dunia: Messi Kini Unggul Jauh