FIFA Larang Botol Minum Isi Ulang di Stadion Piala Dunia 2026 Demi Alasan Keamanan



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi melarang penonton membawa botol minum isi ulang (reusable water bottles) ke dalam stadion selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Kebijakan tersebut diberlakukan menyusul perubahan mendadak pada Kode Etik Stadion (Stadium Code of Conduct) FIFA yang mulai berlaku sejak Selasa lalu.

Sebelumnya, FIFA masih mengizinkan penonton membawa botol plastik transparan yang dapat digunakan kembali dalam kondisi kosong ke dalam stadion. Namun, aturan terbaru kini melarang seluruh jenis botol tersebut masuk ke area pertandingan.


Selain botol minum isi ulang, sejumlah barang lain seperti gelas, toples, dan kaleng juga masuk dalam daftar barang terlarang. FIFA menjelaskan bahwa kebijakan ini diterapkan untuk mengurangi risiko cedera apabila benda-benda tersebut dilemparkan ke lapangan atau area penonton.

Baca Juga: Vietnam Bantah Tuduhan AS Soal Perdagangan Produk Hasil Kerja Paksa

Dalam pernyataannya kepada Reuters, FIFA menegaskan bahwa keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam turnamen menjadi prioritas utama.

"FIFA berkomitmen untuk melindungi kesehatan dan keselamatan seluruh pemain, wasit, penggemar, relawan, dan staf. FIFA mengambil keputusan untuk melarang botol guna mencegah risiko dan cedera bagi pemain maupun penonton," ujar FIFA.

FIFA menambahkan bahwa sejumlah stadion yang akan digunakan dalam turnamen memang telah lebih dulu menerapkan larangan membawa botol dari luar sebagai bagian dari prosedur keamanan.

"Botol dari luar stadion memang sudah dilarang di beberapa venue ini karena pertimbangan keamanan, dan FIFA menerapkan pertimbangan yang sama di seluruh stadion yang digunakan dalam turnamen," lanjut pernyataan tersebut.

Kekhawatiran Penonton Soal Cuaca Panas

Kebijakan tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan suporter terkait akses terhadap air minum selama pertandingan, terutama karena beberapa lokasi pertandingan diperkirakan mengalami suhu antara 26 hingga 28 derajat Celsius selama turnamen berlangsung.

Menanggapi hal tersebut, FIFA memastikan berbagai langkah mitigasi cuaca panas telah disiapkan untuk menjaga kenyamanan penonton.

"FIFA bekerja sama secara erat dengan setiap Komite Kota Tuan Rumah dan otoritas setempat terkait langkah mitigasi panas bagi para penggemar yang menuju stadion. Langkah tersebut dapat mencakup fasilitas seperti stasiun kabut air (misting stations), kipas pendingin, titik hidrasi, tenda pendingin, dan berbagai fasilitas lainnya di sekitar area stadion," kata FIFA.

FIFA juga memastikan harga air minum di dalam stadion tidak akan mengalami kenaikan khusus selama turnamen berlangsung.

Baca Juga: Harga Minyak Iran Masuk Zona Diskon di Tengah Lesunya Permintaan China

"Di dalam area stadion, harga botol air minum untuk Piala Dunia FIFA 2026 akan tetap konsisten dengan harga yang berlaku pada acara-acara lain yang diselenggarakan di masing-masing stadion," tambah FIFA.

Piala Dunia 2026 Jadi Edisi Terbesar Sepanjang Sejarah

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah turnamen sepak bola dunia. Kompetisi ini akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

Turnamen tersebut akan diikuti oleh 48 tim nasional, meningkat dari format sebelumnya yang hanya melibatkan 32 tim. Jumlah pertandingan juga bertambah menjadi 104 laga dari sebelumnya 64 pertandingan, termasuk tambahan satu babak gugur (knockout round).