KONTAN.CO.ID - Polemik kembali mengarah kepada Presiden FIFA Gianni Infantino setelah muncul laporan mengenai pembayaran tambahan di luar gaji yang diumumkan FIFA. Namun, laporan tersebut kemudian ditarik kembali oleh
The Times pada 20 Oktober 2026. Media Inggris itu mengakui bahwa pembayaran yang dipersoalkan bukan merupakan kompensasi atau gaji tambahan bagi Infantino berdasarkan aturan pelaporan pajak Swiss.
Kontroversi ini bermula dari laporan yang diterbitkan
The Times pada 13 Oktober 2026. Laporan tersebut menyebut Infantino menerima pembayaran tambahan dari perusahaan yang dibentuk FIFA untuk mengelola Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. FIFA kemudian memberikan bantahan dan menegaskan bahwa pembayaran tersebut bukan bagian dari gaji atau kompensasi rutin Infantino.
Baca Juga: FIFA Janji Guyur Dana Rp448 Miliar ke Anggota, Strategi Infantino Cari Dukungan? Berapa Gaji Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA?
FIFA secara rutin mengungkapkan gaji dan kompensasi presidennya melalui laporan tahunan. Mengutip
Sporting News, untuk tahun kalender 2025, Infantino tercatat menerima kompensasi sebesar 4,8 juta franc Swiss atau sekitar US$5,76 juta atau setara sekitar Rp104,14 miliar. Kompensasi tersebut terdiri dari gaji pokok sebesar 2,6 juta franc Swiss dan bonus sebesar 2,2 juta franc Swiss. FIFA memang telah berkomitmen untuk mengungkapkan kompensasi presiden setiap tahun melalui laporan tahunannya.
Baca Juga: Gianni Infantino Usulkan Perubahan Tata Kelola FIFA, Ini Rencananya FIFA Soroti Upaya Menggoyang Posisi Infantino
Kontroversi muncul setelah
The Times melaporkan bahwa Infantino disebut menerima pembayaran tambahan dari FWC2026. FWC2026 merupakan perusahaan yang dibentuk FIFA untuk menjalankan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Laporan tersebut mengacu pada dokumen pajak FIFA di Amerika Serikat untuk tahun 2024. Dalam dokumen tersebut tercantum pembayaran sebesar US$1,76 juta atau sekitar sekitar Rp31,82 miliar kepada Infantino. Pembayaran serupa juga disebut tercatat untuk sejumlah pejabat lain yang terlibat dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026, termasuk Sekretaris Jenderal FIFA Matthias Grafstrom dan Presiden CONCACAF Victor Montagliani.
Setelah laporan tersebut ditarik, FIFA mengakui telah menerima permintaan maaf dari
The Times. Namun, FIFA juga menyoroti apa yang disebut sebagai upaya terorganisir untuk menyerang institusi tersebut dan presidennya. FIFA memperingatkan adanya "
concerted and ongoing effort by some to undermine FIFA and its President", atau upaya yang terkoordinasi dan terus berlangsung dari pihak tertentu untuk melemahkan FIFA dan presidennya.
Baca Juga: UEFA Bergerak Diam-Diam untuk Lawan Gianni Infantino di Pemilihan Presiden FIFA