Filipina dan Australia Laporkan Wabah Flu Burung



KONTAN.CO.ID - MANILA. Filipina melaporkan wabah flu burung H5N1 yang sangat patogen di antara unggas peliharaan di provinsi Oriental Mindoro.

Demikian diungkapkan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH) pada Jumat (10/7/2026), seperti dikutip Reuters.

Penyebaran influenza unggas, yang biasa disebut flu burung, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemerintah dan industri unggas setelah penyakit ini menghancurkan kawanan unggas di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir.


Baca Juga: Topan Bavi Ancam Jepang, Taiwan Siaga Tinggi dan Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Penyebaran flu burung juga mengganggu pasokan, memicu kenaikan harga pangan, dan meningkatkan risiko penularan antar manusia.

Virus H5N1 terdeteksi pada kawanan 39 unggas di kota Capalan, sebut WOAH yang berbasis di Paris, mengutip laporan dari otoritas Filipina.

Semua unggas kemudian dimusnahkan sebagai tindakan pencegahan.

Kasus di Australia

Selain Filipina, Australia untuk pertama kalinya juga mengonfirmasi kasus flu burung H5N1 pada burung laut asli (seabird) di wilayahnya. Sebelumnya, seluruh temuan virus H5N1 di negara tersebut hanya terjadi pada burung laut migran. 

Menteri Pertanian Australia, Julie Collins, pada Jumat (10/7/2026) mengatakan bahwa temuan terbaru tersebut menandai perkembangan baru dalam penyebaran virus flu burung yang sangat patogenik di Australia. 

Negara bagian New South Wales menjadi wilayah ketiga di Australia yang mengonfirmasi kasus H5N1, setelah seekor burung laut migran yang ditemukan di dekat kawasan pesisir dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut. Australia bulan lalu juga menjadi benua terakhir yang mencatat kasus H5N1 di daratan utama.

Baca Juga: Permintaan Lesu, Diskon Harga Emas di India Makin Dalam, China Terus Tambah Cadangan