Filipina jadi negara terakhir di Asean yang gelar vaksinasi Covid-19



KONTAN.CO.ID - MANILA. Filipina diperkirakan bakal menerima pengiriman vaksin Covid-19 pertama pada akhir pekan ini. Juru Bicara Presiden Rodrigo Duterte, Harry Roque mengatakan, Filipina berpotensi memulai program inokulasi mulai minggu depan. 

Meskipun menjadi salah satu negara di Asia yang memiliki jumlah kasus dan kematian virus korona tertinggi, Filipina akan menjadi negara Asia Tenggara terakhir yang menggelar rangkaian vaksin Covid-19. 

"Pengiriman 600.000 dosis vaksin Sinovac Biotech, yang disumbangkan oleh China, akan tiba pada hari Minggu," kata Roque. 


"Vaksin akan diluncurkan pada hari Senin karena warga negara kami sangat bersemangat," jelas dia, sambil menerangkan tentang program vaksinasi.

Lebih lanjut Roque bilang, di antara yang pertama akan diinokulasi adalah seorang pejabat dari rumah sakit yang kehilangan kedua orang tuanya karena virus corona. Selain itu, seorang pengemudi becak juga masuk jajaran yang pertama di vaksin di Filipina. 

Baca Juga: Ma'ruf Amin sebut pemerintah tengah godok aturan vaksinasi Covid-19 mandiri

Filipina telah memesan 25 juta dosis dari Sinovac dan seharusnya menerima batch pertama pada 23 Februari. Izin penggunaan darurat tertunda dan karena baru tiba pada minggu ini.

Selain Sinovac, 10.000 dosis vaksin yang dikembangkan oleh Sinopharm China akan segera tiba. Sementara vaksin dari AstraZeneca akan tiba pada bulan Maret, kata Roque.

“Harus saya akui, kalau kami ngotot untuk menggunakan merek Barat, kami masih harus menunggu kedatangannya,” imbuhnya.

Duterte, yang mengejar hubungan yang lebih hangat dengan China dan memiliki hubungan yang tegang dengan banyak negara Barat, sebelumnya mengatakan dia ingin mendapatkan vaksin Covid-19 dari China atau Rusia.

Program vaksinasi akan sangat penting bagi upaya Filipina untuk menghidupkan kembali ekonominya, yang mengalami penurunan rekor kontraksi 9,5% di tahun lalu karena penguncian yang ketat dan berkepanjangan yang menghantam belanja konsumen dan mengakibatkan hilangnya pekerjaan yang besar.

Selanjutnya: Bakal ada vaksin Covid-19 baru dalam bentuk tablet dan semprotan hidung?

Editor: Anna Suci Perwitasari