Film Zootopia 2 Sukses Besar, Walt Disney Mencetak Pendapatan US$ 26 Miliar



KONTAN.CO.ID - LOS ANGELES. Walt Disney Co. mencetak kinerja cukup positif di kuartal pertama tahun fiskal 2026, yang berakhir di Desember lalu. Di tiga bulan hingga Desember tersebut, perusahaan ini mencetak pendapatan keseluruhan naik 5% menjadi US$ 26 miliar, setara sekitar Rp 436,26 triliun.

Reuters melaporkan, realisasi tersebut melampaui konsensus perkiraan analis, yakni sebesar US$ 25,7 miliar, atau sekitar Rp 431,23 triliun. Disney juga melaporkan pendapatan sebelum pajak sebesar mencapai US$ 3,7 miliar, melampaui konsensus proyeksi analis Wall Street sebesar US$ 3,5 miliar.

Laba per saham yang disesuaikan turun menjadi US$ 1,63, turun 7% dari tahun sebelumnya. Akan tetapi, realisasi tersebut masih lebih baik dari perkiraan analis, yang memperkirakan laba per saham yang disesuaikan hanya sebesar US$ 1,57 per saham.


Baca Juga: Penjualan Tesla di Eropa Lesu pada Januari, Anjlok Tajam di Norwegia dan Prancis

Kinerja positif Walt Disney ini ditopang oleh pendapatan taman hiburan dan kesuksesan film Zootopia 2. Unit bisnis experience, yang mencakup taman hiburan Disney, kapal pesiar, dan produk konsumen, menjadi tulang punggung kinerja di kuartal Desember.

Segmen bisnis tersebut menghasilkan pendapatan sebesar US$ 10 miliar. Segmen bisnis ini juga memberi kontribusi sekitar 72% dari total laba operasi kuartalan perusahaan di periode tersebut, yang hampir mencapai US$ 5 miliar.

Walt Disney World, khususnya, juga diuntungkan oleh basis pendapatan yang lebih kecil pada tahun sebelumnya. Kala itu, pendapatan tertekan akibat badai Milton, yang  memaksa tempat-tempat wisata di Orlando tutup.

Baca Juga: Sinopsis Zootopia 2 yang Tayang Besok, Petualangan Hadapi Reptil Misterius

Unit hiburan Disney, yang mencakup studio film, jaringan televisi, dan layanan streaming, melaporkan pendapatan sebesar US$ 11,6 miliar pada kuartal tersebut, naik 7% dari tahun lalu.

Ini didorong oleh deretan film liburan, termasuk Zootopia 2, yang menghasilkan hampir US$ 1,8 miliar dalam penjualan tiket di seluruh dunia. Selain itu ada Avatar: Fire and Ash, yang menghasilkan US$ 1,4 miliar secara global.

Namun, unit hiburan melaporkan penurunan laba operasional sebesar 35% secara tahunan. Sebagian karena biaya pemasaran Avatar dan delapan film lainnya, dibandingkan hanya empat film pada musim liburan tahun lalu. Unit bisnis ini juga menunjukkan penurunan sebesar US$ 140 juta dalam iklan politik dibandingkan dengan tahun lalu.

Baca Juga: Zootopia 2 Jadi Film Animasi Hollywood Terlaris Global, Geser ‌Inside Out 2

Selain itu, perselisihan kontrak antara Disney dan YouTube TV, yang mengakibatkan jutaan pelanggan kehilangan akses ke jaringan milik Disney seperti ESPN selama dua minggu, mengakibatkan kerugian sebesar US$ 110 juta bagi unit olahraga. Unit bisnis ini melaporkan penurunan pendapatan operasional sebesar 23% di kuartal tersebut.

Divisi olahraga masih melaporkan kenaikan pendapatan yang moderat sebesar 1%, menjadi US$ 4,9 miliar. Tapi laba operasional turun menjadi US$ 191 juta, mencerminkan perselisihan lisensi YouTube, peningkatan biaya pemrograman, dan berkurangnya pertandingan NBA musim reguler.

Layanan streaming Disney, yang meliputi Disney+, Hulu, dan ESPN, melaporkan peningkatan pendapatan operasional sebesar 72% menjadi US$ 450 juta. Pendapatan naik menjadi US$ 4,4 miliar, naik 13% dari tahun lalu. Tapi Disney tidak lagi melaporkan jumlah pelanggan streaming.

Baca Juga: Saham BYD Anjlok, Penjualan Januari Melemah Tekan Otomotif China

Disney mempertahankan perkiraan pertumbuhan laba per saham dua digit untuk setahun penuh, dibandingkan dengan tahun fiskal 2025. Perusahaan ini memperkirakan akan memperoleh US$ 19 miliar dalam bentuk tunai dari operasi, dan berada di jalur yang tepat untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan target US$ 7 miliar.

Selanjutnya: Saham Bank Pelat Merah Bergerak Fluktuatif saat IHSG Ambruk, Simak Rekomendasi Analis

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (3/2), Hujan Sangat Deras Guyur Provinsi Ini