KONTAN.CO.ID - Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua raksasa sepak bola dunia, Spanyol dan Argentina. Laga yang digelar pada Minggu (19/7/2026) tidak hanya menyajikan duel antara juara Eropa melawan juara dunia, tetapi juga mempertemukan dua pelatih yang memiliki hubungan guru dan murid.
Baca Juga: Bellingham Menangis, Inggris Kembali Gagal Akhiri Penantian Gelar Piala Dunia Spanyol memastikan tempat di final setelah mengalahkan Prancis 2-0 pada semifinal, sementara Argentina melaju usai membalikkan keadaan untuk menang 2-1 atas Inggris. Pelatih Spanyol Luis de la Fuente berpeluang mempersembahkan gelar Piala Dunia kedua bagi negaranya setelah keberhasilan La Roja menjadi juara pada edisi 2010 di Afrika Selatan. Di sisi lain, pelatih Argentina Lionel Scaloni berupaya membawa Albiceleste mempertahankan gelar juara dunia. Jika berhasil, Argentina akan menjadi negara pertama sejak Brasil pada 1962 yang mampu menjuarai Piala Dunia secara beruntun. Namun, final kali ini juga memiliki cerita menarik di luar lapangan. De la Fuente dan Scaloni memiliki hubungan yang telah terjalin sejak 2017 saat keduanya berada di akademi kepelatihan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) di Las Rozas.
Baca Juga: Penjualan Ritel AS Naik Tipis pada Juni 2026 Ketika itu, De la Fuente yang menangani tim-tim kelompok usia Spanyol juga menjadi pengajar dalam kursus kepelatihan yang diikuti Scaloni setelah pensiun sebagai pemain sepak bola. Hubungan keduanya tetap terjalin hingga kini. Bahkan sebelum Argentina memastikan tiket ke final, De la Fuente sempat mengatakan dirinya akan "senang" jika bertemu Argentina pada partai puncak. Pernyataan itu bukan karena ia menganggap Argentina sebagai lawan yang lebih mudah, melainkan karena rasa hormat dan persahabatannya dengan Scaloni. Scaloni sendiri pernah mengungkapkan besarnya peran De la Fuente saat dirinya mengikuti kursus kepelatihan di Las Rozas. "Luis banyak membantu kami yang mengikuti kursus kepelatihan di Las Rozas. Saya beberapa kali berdiskusi dengannya dan selalu mendoakan yang terbaik untuknya," ujar Scaloni pada Copa America 2024.
Baca Juga: Harga Nikel Sentuh Level Tertinggi Tiga Pekan Kamis (16/7), Fokus ke Pasokan Sulfur Hubungan saling menghormati juga ditunjukkan De la Fuente. Ia beberapa kali memuji keberhasilan Scaloni membawa Argentina meraih gelar internasional dan menyebut mantan muridnya itu sebagai salah satu pelatih terbaik. Scaloni menilai gaya kepemimpinan De la Fuente mampu membuat para pemain Spanyol tampil maksimal di lapangan. "Saya menyukai cara dia memimpin tim dan bagaimana para pemain memberikan segalanya untuknya," kata Scaloni. Keduanya kemudian sama-sama meraih gelar juara benua pada 2024. De la Fuente membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa, sedangkan Scaloni mengantarkan Argentina mempertahankan gelar Copa America. Hubungan Scaloni dengan Spanyol juga cukup erat di luar dunia kepelatihan.
Baca Juga: AS Mulai Serangan Tarif Baru, Kenakan Bea Masuk 25% untuk Mayoritas Impor dari Brasil Istrinya, Elisa Montero, merupakan warga negara Spanyol, sementara kedua anak mereka lahir di negara tersebut. Keluarga Scaloni juga menetap di Mallorca. Selain itu, semasa aktif bermain, Scaloni pernah memperkuat sejumlah klub Spanyol, antara lain Deportivo La Coruna, Racing Santander, dan Mallorca.
Menjelang semifinal melawan Inggris, Scaloni kembali menyampaikan apresiasinya kepada De la Fuente. "Saya ikut senang untuknya. Dia memang pantas mendapatkannya. Dia pribadi yang luar biasa. Semua yang terlihat dari tim Spanyol adalah hal yang juga ingin kami bangun di tim kami," ujar Scaloni. Dengan hubungan yang begitu dekat, final Piala Dunia kali ini akan menjadi ajang pembuktian bagi guru dan murid yang sama-sama mengejar trofi paling bergengsi di dunia sepak bola. Sentimen persahabatan untuk sementara harus dikesampingkan hingga laga usai, saat salah satu dari mereka keluar sebagai juara dunia.