KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Logo centang khas Nike dipastikan tidak akan menghiasi partai final Piala Dunia akhir pekan ini. Kemenangan Argentina atas Inggris di babak semifinal pada Kamis (16/7/2026) memupus harapan raksasa perlengkapan olahraga asal Amerika Serikat tersebut untuk memiliki wakil di laga terbesar turnamen. Di tengah persaingan sengit merek olahraga, baik di dalam maupun di luar lapangan, hasil tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi Adidas. Pasalnya, perusahaan asal Jerman itu menjadi pemasok perlengkapan bagi kedua finalis, yakni Argentina dan Spanyol. Adidas mensponsori total 14 tim nasional yang berlaga di turnamen tersebut. Sebaliknya, tidak satu pun dari 12 tim yang disponsori Nike, termasuk Inggris dan Prancis yang mencapai semifinal, berhasil mengamankan tempat di partai final.
Kedua perusahaan telah menggelontorkan investasi besar untuk ajang sepak bola paling bergengsi di dunia itu. Namun, bagi Nike, turnamen ini memiliki arti yang lebih penting karena perusahaan tengah berupaya membalikkan kondisi bisnis setelah bertahun-tahun mengalami penurunan pangsa pasar secara bertahap.
Baca Juga: Kapal yang Melintasi Selat Hormuz Menurun Setelah AS Kembali Blokade Pelabuhan Iran Meski demikian, kehadiran di final Piala Dunia diperkirakan tidak akan cukup mengubah arah bisnis Nike. Bulan lalu, perusahaan olahraga tersebut mengisyaratkan bahwa strategi pemulihan yang dijalankan CEO Elliott Hill masih menghadapi tantangan besar. Pelemahan pasar di China dan prospek bisnis yang hati-hati membayangi capaian pendapatan kuartal keempat yang sedikit melampaui ekspektasi. Harga saham Nike telah kehilangan hampir sepertiga nilainya sepanjang tahun ini seiring meningkatnya keraguan investor terhadap kemajuan strategi pemulihan yang dijalankan Hill. "Masih ada persoalan yang jauh lebih penting, seperti inovasi produk sepatu, pengendalian persediaan, serta upaya menstabilkan penjualan dan margin di China. Adidas memang mendapatkan lebih banyak sorotan, tetapi memang begitulah situasinya," ujar analis Morningstar, David Swartz. Juru bicara Nike mengatakan perusahaan selalu berharap para atlet dan federasi yang menjadi mitranya dapat melangkah sejauh mungkin dalam turnamen. Namun, ia menegaskan bahwa "visi kami terhadap sepak bola tidak pernah bergantung pada satu momen tertentu." Sementara itu, Adidas menyebut partai final Piala Dunia sebagai "momen yang membanggakan" bagi perusahaan, meski enggan mengungkapkan proyeksi penjualan terkait turnamen tersebut.
Adidas Berpeluang Raih Keuntungan Lebih Besar
Selain mensponsori tim nasional, Nike juga meluncurkan dua model baru sepatu sepak bola Mercurial menjelang Piala Dunia. Perusahaan menggandeng sejumlah desainer streetwear lokal dan memperbarui lini produk sepak bola di lebih dari 5.000 toko Nike serta jaringan distributor di seluruh dunia. Kampanye Piala Dunia bertajuk "Rip the Script", yang menampilkan ikon sepak bola dan selebritas mulai dari penyerang Prancis Kylian Mbappe hingga bintang reality show Kim Kardashian, berhasil meraih 1,5 miliar penayangan dalam pekan pertama turnamen, menurut Nike. Hingga kick-off turnamen, penjualan seragam tim nasional Nike tercatat mencapai 2,5 kali lipat dibandingkan periode yang sama saat Piala Dunia Qatar 2022.
Baca Juga: Saham Korea Selatan Tekan Bursa Asia, Aksi Jual Saham Chip Picu Volatilitas Pasar Namun, menurut analis riset M Science, Drake MacFarlane, Adidas tetap menjadi "pemenang yang jelas" di pasar sepatu dan pakaian olahraga. Ia menilai momentum yang lebih kuat di pasar Amerika Serikat dan Eropa membantu Adidas merebut pangsa pasar dari Nike pada kuartal kedua tahun ini. Permintaan produk yang didorong oleh Piala Dunia memang memberikan dorongan tambahan, tetapi perbaikan kinerja Adidas dinilai melampaui dampak turnamen tersebut, sementara Nike masih menghadapi tekanan, khususnya di pasar Eropa. Berdasarkan data M Science, pangsa pasar Adidas di industri alas kaki meningkat menjadi 19,2% pada Juni, naik dari 16% pada periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, Nike masih terus kehilangan pangsa pasar. Pada April lalu, jajaran eksekutif Adidas menyatakan bahwa perusahaan membukukan pesanan produk terkait Piala Dunia senilai sekitar 250 juta euro atau setara US$ 292 juta pada kuartal pertama. Adidas juga memperkirakan nilai pesanan serupa akan kembali tercapai pada kuartal berjalan.