Finnet perbesar bisnis e-money



JAKARTA. Salah satu lini usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) di bidang transaksi elektronik, PT Finnet Indonesia bakal menggenjot pendapatan dari bisnis uang elektronik (e-money), pembayaran online dan remitansi tahun depan. Targetnya adalah bisnis tersebut bisa berkontribusi 25% dari total pendapatan Finnet.

Niam Dzikri, Business and Services Director PT Finnet Indonesia (Finnet) sendiri menargetkan kontribusi pendapatan dari lini bisnis e-money, pembayaran online dan remitansi untuk tahun ini sebesar 10% dari total pendapatan Finnet. Sisanya masih dari bisnis sistem pembayaran.

Adapun target total pendapatan Finnet bisa tumbuh di atas 10% menjadi Rp 230 miliar sampai akhir tahun ini. "Sampai kuartal III-2013 ini, pendapatan kami sudah mencapai Rp 160 miliar," katanya ke KONTAN akhir pekan lalu.


Nah, untuk menggapai target bisnis ini, Finnet sudah menyiapkan tiga langkah. Seperti mengerek performa bisnis remitansi. Bekerjasama dengan Telkom Internasional (Telin), Finnet akan mengepakkan sayap bisnis remitansi ke luar negeri. "Setelah membuka remitansi di Hongkong, akhir tahun ini kami berencana membuka layanan remitansi di Malaysia, Taiwan hingga Macau," katanya.Dia bilang, untuk Malaysia, perseroan ini masih mencari mitra perusahaan remitansi lokal. Sementara, untuk Taiwan dan Makau, Finnet menjalin kerjasama dengan mitra remitansi Hongkong, yaitu Chandra Remittance.

Sementara, untuk mengerek pendapatan dari bisnis e-money, Finnet akan menerbitkan uang elektronik tiket kereta dari bandara Kuala Namu, Sumatera Utara hingga ke Medan. "Rencananya, bulan ini bisa segera terbit. Sementara, untuk kartu commuter line Jakarta masih dibahas tentang bisnis modelnya," paparnya lebih lanjut.

Sedangkan, untuk bisnis online payment solution, perseroan ini akan bekerja sama dengan perusahaan kartu kredit. "Kami masih membahas acquire billing dengan MasterCard," ucapnya.

Niam menjelaskan, bisnis ini sama seperti sistem pembayaran online Paypal. Finnet akan menyediakan solusi sistem pembayaran secara online dengan bekerjasama dengan perbankan dan perusahaan kartu kredit."Dengan strategi ini, harapannya tahun depan, kontribusi bisnis ini bisa 25%. Sementara, billing payment (sistem pembayaran) 75% dari total pendapatan kami," katanya.

Untuk mempertahankan bisnis di sistem pembayaraan, Finnet menargetkan jumlah mitra yang menyediakan layanan sistem pembayaraan bisa mencapai 95.000 toko ritel hingga akhir tahun ini.

Toko ritel ini bisa menerima layanan billing payment berupa pembelian pulsa serta membayar beragam tagihan. Mulai dari tagihan listrik, telepon, air dan lainnya.

Dengan aksi ini, Finnet berharap bisa meraup laba bersih hingga mencapai Rp 50 miliar sampai akhir tahun ini. Di kuartal III-2013, laba bersih Finnet sebesar Rp 30 miliar.

Adapun, sepanjang 2012, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 180 milliar, angka ini tumbuh sekitar 19% dibanding tahun 2011.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Markus Sumartomjon