KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kualitas pembiayaan industri fintech peer-to-peer (P2P) lending menunjukkan perbaikan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) secara agregat turun dari 4,62% pada April 2026 menjadi 4,42% per Mei 2026. PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menilai perbaikan kualitas pembiayaan industri tersebut menjadi sinyal positif yang perlu dijaga melalui penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit.
Baca Juga: Taspen Life Catat Kinerja Positif pada 2025, Pendapatan Jasa Asuransi Tumbuh 27,08% VP Public Relations Amartha Harumi Supit mengatakan, perusahaan terus memperkuat kualitas portofolio pembiayaan, khususnya kepada pelaku usaha produktif. "Salah satunya didukung melalui diversifikasi sektor pembiayaan dan wilayah operasional agar risiko dapat dikelola dengan lebih terukur," ujar Harumi kepada Kontan, Kamis (16/7/2026). Dalam proses penilaian kelayakan pembiayaan, Amartha mengombinasikan alternatif credit scoring berbasis kecerdasan buatan (
artificial intelligence/AI) dan machine learning. Selain itu, proses tersebut juga diperkuat dengan pendampingan langsung oleh lebih dari 10.000 tenaga lapangan yang tersebar di lebih dari 50.000 desa di Indonesia. "Pendekatan ini memungkinkan kami memahami kondisi usaha nasabah secara lebih menyeluruh," katanya.
Baca Juga: Zurich: Pertumbuhan Asuransi Properti Masih Terbuka hingga Akhir 2026 Harumi menambahkan, di tengah dinamika ekonomi, termasuk potensi dampak pemutusan hubungan kerja (PHK), kombinasi teknologi dan pendampingan lapangan menjadi kunci bagi Amartha untuk menjaga kualitas pembiayaan sekaligus memastikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki prospek tetap memperoleh akses permodalan.
Berdasarkan data di situs resmi perusahaan, TWP90 Amartha tercatat sebesar 4,84% per 20 Juli 2026. Angka tersebut masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan OJK, yakni 5%. Sebagai informasi, OJK mencatat outstanding pembiayaan industri fintech P2P lending mencapai Rp 103,73 triliun per Mei 2026. Nilai tersebut tumbuh 25,60% secara tahunan (
year on year/YoY), mencerminkan permintaan pembiayaan digital yang masih terus meningkat. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News