Fintech lending DanaRupiah targetkan pinjaman senilai Rp 9,6 triliun di tahun ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis PT Layanan Keuangan Berbagi sebagai pemegang tanda daftar DanaRupiah optimis terhadap bisnis peer to peer lending. Presiden Direktur DanaRupiah, Entjik S. Djafa menargetkan DanaRupiah menargetkan penyaluran pinjaman mencapai Rp 9,6 triliun pada 2020. Nilai itu meningkat 82% dari posisi akhir 2019 senilai Rp 5,7 triliun.

Hal tersebut didorong dengan masih tingginya permintaan masyarakat yang belum terjangkau institusi keuangan formal.

Baca Juga: Fintech DanaRupiah salurkan pinjaman senilai Rp 5,7 triliun sepanjang 2019


“Dengan tata kelola perusahaan yang profesional dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, kami percaya DanaRupiah dapat merealisasikan target penyaluran pinjaman Rp 9,6 triliun. Meningkatnya target penyaluran juga membuktikan bahwa DanaRupiah terus bertumbuh dan dipercaya oleh masyarakat Indonesia sebagai solusi keuangan,” katanya dalam keterangan tertulis pada Rabu (22/1).

Selain membidik penyaluran pinjaman, DanaRupiah juga tengah memproses perizinan dari OJK pada tahun ini. Entjik berharap izin tersebut segera didapatkan perusahaannya. Adapun DanaRupiah sudah terdaftar sebagai perusahaan fintech P2P lending oleh OJK pada Juni 2018.

“Kami berharap izin dari OJK dapat diperoleh dalam waktu dekat ini, karena saat ini tengah berproses. Adanya izin tersebut akan menambah nilai positif bagi DanaRupiah,” ujarnya.

Asal tahu saja, DanaRupiah mencatatkan pinjaman senilai Rp 5,7 triliun hingga akhir 2019. Adapun pinjaman outstanding per Desember 2019 mencapai Rp 489 miliar.

Baca Juga: Tingkatkan usaha UKM, KoinWorks berikan edukasi kepada pegiat bisnis

Sedangkan total peminjam yang disetujui mencapai 4 juta orang. Lebih dari 307 transaksi yang mengajukan pinjaman setiap jamnya atau setara dengan 5 transaksi setiap menitnya. Tingkat Keberhasilan Pengembalian dalam 90 hari (TKB90) mencapai 100%.

Berdasarkan data OJK hingga November 2019, total penyaluran pinjaman dari fintech lending mencapai Rp 74 triliun, meningkat 228% secara year to date (ytd). Rekening lender (pemberi pinjaman) juga meningkat 185,13% menjadi 591.662 rekening. Begitu juga rekening borrower (peminjam) bertambah 295,58% menjadi 17,24 juta rekening.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi