Fintech P2P Lending Dorong Penyaluran Pinjaman ke Luar Jawa



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fintech P2P lending memperluas cakupan pinjaman ke luar Jawa untuk memaksimalkan penyaluran pinjaman usaha ke Usaha Mikro Kecil Menengah. Fintech P2P lending melebarkan sayapnya tidak hanya di Pulau Jawa saja, melainkan ke luar Jawa untuk dapat mencapai target penyalurannya. Sebagian besar industri Fintech telah menyalurkan dananya ke luar Pulau Jawa.

Adapun, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memproyeksikan penyaluran pinjaman fintech P2P lending mencapai Rp 250 triliun sepanjang tahun 2022 ini seiring dengan kebutuhan terhadap keuangan yang masih tinggi.

Sekadar informasi, saat ini tercatat ada 102 penyelenggara fintech yang mempunyai izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekaligus anggota AFPI. Berdasarkan data dari OJK, per Agustus 2022 industri fintech pendanaan bersama mencatatkan pertumbuhan outstanding senilai Rp 47,23 triliun, tumbuh 81% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.


Statistik yang dihimpun oleh OJK memaparkan kinerja 102 platform P2P resmi per Agustus 2022, nilai penyaluran pinjaman sejak Januari 2022 mencapai Rp 148,83 triliun yang diterima oleh 124 juta akun peminjam secara kumulatif.

Baca Juga: Akulaku Dorong Peningkatan Inklusi Keuangan

CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Tambunan mengatakan, total penyaluran pinjaman usaha Akseleran secara kumulatif di luar Jawa dari Oktober 2017 hingga pertengahan Oktober 2022 ini telah mencapai sebesar Rp 725 miliar atau setara dengan 12% dari total pinjaman.

"Kontribusi sebesar 12% dari luar Pulau Jawa ini tercatat mengalami pertumbuhan dibandingkan pencapaian yang terjadi hingga Maret 2022 yang berada di angka 10%," kata Ivan kepada Kontan.co.id, Kamis (27/10).

Secara spesifik, Akseleran telah menyalurkan peminjaman untuk lima besar wilayah di luar Pulau Jawa yang telah memperoleh pembiayaan modal usaha melalui Akseleran, antara lain di Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Bali, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.

"Bahkan, ada usaha di Balikpapan, Kalimantan Timur yang sudah Akseleran dukung untuk permodalannya telah melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) bernama PT Transkon Jaya Tbk," jelasnya.

Ivan menambahkan, Akseleran berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan bisnis UMKM yang tidak hanya di Pulau Jawa, melainkan juga memperluas cakupan wilayah-wilayah di luar Pulau Jawa.

"Hingga saat ini, Akseleran sudah menyalurkan total pinjaman usaha secara kumulatif hampir sebesar Rp 6 triliun," pungkas Ivan.

Sementara itu, AVP Marketing and PR Amartha Rezki Warni menuturkan, Amartha telah menyalurkan peminjaman di luar pulau Jawa dengan porsi penyaluran modal yang dominan.

"Penyaluran di Sumatra dan Sulawesi hingga kuartal III 2022 mencapai lebih dari Rp 2 triliun, atau naik dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu," kata Rezki kepada Kontan.co.id, Kamis (27/10).

Di luar pulau Jawa, wilayah operasional Amartha terdapat di dua pulau utama yaitu, Sumatra dan Sulawesi. Jangkauan Amartha tersebar di 17 provinsi di Indonesia. Di pulau Sumatra, tersebar di provinsi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Lampung, dll. Sedangkan di pulau Sulawesi terdapat di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan provinsi lainnya.

Adapun, Sektor usaha ultra mikro yang mendominasi di Amartha yakni sektor usaha yang bergerak di perdagangan, seperti warung kelontong, warung makan, warung sayur hingga warung kopi. Porsinya mencapai lebih dari 60 persen. Sisa porsinya diisi oleh sektor pertanian, kerajinan, dan industri rumah tangga.

Baca Juga: Per Oktober 2022, Akseleran Salurkan Pinjaman Usaha Rp 50 Miliar di Yogyakarta

Sekadar informasi, hingga kuartal III 2022, Amartha telah menyalurkan pendanaan sebesar tiga triliun rupiah, atau tumbuh lebih 88% YoY. Amartha juga berhasil menjaga kualitas pinjaman dengan sangat baik di mana perusahaan mencatatkan NPL (non performing loan) stabil di kisaran 0,38% serta TKB-90 sebesar 99,62 persen.

Sementara itu, Co-Founder & CEO Modalku Reynold Wijaya menuturkan hingga saat ini Grup Modalku telah menyalurkan pendanaan sebesar Rp 40,48 Triliun kepada lebih dari 5,1 juta pinjaman UMKM di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam.

"Beberapa area di luar Pulau Jawa yang paling banyak didanai oleh Modalku antara lain Riau, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan dan Bali," kata Reynold kepada Kontan.co.id, Kamis (27/10).

Reynold bilang, sampai saat ini industri UMKM yang paling banyak didanai oleh Modalku didominasi oleh sektor perdagangan, baik grosir dan eceran, termasuk pengusaha online sebesar 58%.

CEO Danain Budiardjo Rustanto mengatakan, saat ini pendanaan aktif Danain di luar Jawa mencapai 48,8% dari total pendaan aktif sebesar Rp 59 miliar. Adapun, hingga saat ini, Danain telah menyalurkan pinjaman secara keseluruhan mencapai Rp 104,7 miliar. Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan menjadi wilayah penyaluran pinjaman Danain. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi