Fintech Samir Catatkan Kenaikan Penyaluran Pembiayaan 57% per Maret 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) mencatatkan kinerja positif di awal tahun. Direktur Utama Samir Yonathan Gautama menerangkan total penyaluran pembiayaan perusahaan lebih dari Rp 300 miliar per Maret 2026. 

"Nilainya naik 57%, jika dibandingkan periode yang sama pada 2025," ungkapnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/4).

Untuk kenaikan terbesar, Yonathan menyampaikan kondisi itu tercatat pada Januari 2026 yang berhasil menembus hingga 130%, jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dia mengatakan bahwa catatan kinerja positif itu sejalan dengan komitmen perusahaan untuk terus mendukung pertumbuhan penggunanya, antara lain para karyawan yang berpenghasilan Upah Minimum Regional (UMR) sampai dengan bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. 


Baca Juga: Jasa Raharja Siapkan Santunan hingga Rp 90 Juta Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Timur

Menurut Yonathan, salah satu faktor kenaikan penyaluran pembiayaan Samir, yakni berkat tingkat kepercayaan pengguna yang makin tinggi terhadap perusahaan. Dia bilang pengguna yang melakukan peminjaman kembali ke kami itu makin tinggi setelah mereka melakukan pelunasan yang mencapai rasio kenaikan hingga sebesar 121%. 

"Hal itu menunjukkan kehadiran PT Sahabat Mikro Fintek makin diterima para pelaku usaha maupun masyarakat sebagai platform pindar yang dapat diandalkan untuk memajukan bisnis usaha mereka,” ujar Yonathan.

Secara portofolio, Yonathan mengungkapkan per Maret 2026, kenaikan penyaluran pembiayaan tidak lagi didominasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Dia bilang kenaikan signifikan juga terjadi di Surabaya yang mendominasi Provinsi Jawa Timur, dengan mencatat total penyaluran pembiayaan naik hingga 154% dan Bandung di Provinsi Jawa Barat yang naik hingga 146%.

Sejalan dengan kinerja positif itu, Yonathan menyampaikan pihaknya akan selalu berupaya menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) di setiap aspek bisnis yang ada, yakni selalu mengedepankan transparansi, akuntabilitas, manajemen risiko yang andal, dan kepatuhan terhadap regulasi OJK maupun code of conduct dari asosiasi industri.

Yonathan menjelaskan pihaknya juga terus menciptakan kegiatan-kegiatan literasi dan edukasi secara berkesinambungan kepada masyarakat untuk menumbuhkan tingkat kesadaran dan pemahaman dalam mengelola keuangan. Dia bilang dengan adanya peningkatan literasi keuangan, kesadaran, dan pemahaman publik tentang pindar, diharapkan mendorong lanskap fintech yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Selain itu, Yonathan mengaku optimistis bahwa dengan makin gencarnya kegiatan-kegiatan literasi dan edukasi yang dilakukan Samir akan makin meningkatkan awareness masyarakat, terutama para pelaku usaha di Indonesia. Diharapkan, dapat membekali pengetahuan mereka agar tidak ada lagi korban-korban peminjaman di pinjaman online ilegal yang tidak berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Baca Juga: Masih Menjanjikan, Sejumlah Bank Genjot Bisnis Kredit Pensiunan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: