Fintech Samir Salurkan Pembiayaan Rp 300 Miliar, Tumbuh 57% pada Awal 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) menilai prospek penyaluran pembiayaan tetap positif ke depannya. 

Direktur Utama Samir Yonathan Gautama menerangkan hal itu didorong tingginya kebutuhan pembiayaan yang cepat dan inklusif, khususnya bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang belum sepenuhnya terjangkau layanan keuangan konvensional. 

"Hal itu menjadi peluang sekaligus tanggung jawab bagi industri," ungkapnya kepada Kontan, Senin (11/5/2026).


Baca Juga: OJK Catat Ada Empat Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang Berbentuk Perseroda

Yonathan menyampaikan Samir akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta perlindungan konsumen melalui transparansi, edukasi finansial, dan praktik penagihan yang beretika dalam menjalankan proses bisnis. 

Dengan pendekatan tersebut, dia bilang fintech lending tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga berkontribusi sehat dalam mendukung keberlanjutan UMKM di Indonesia.

Terkait kinerja, Samir mencatat, sepanjang Januari 2026 hingga Maret 2026, menyalurkan pembiayaan sebesar lebih dari Rp 300 miliar. Nilainya tumbuh 57% secara year on year (YoY). Untuk pertumbuhan terbesar, Yonathan menyebut hal itu terjadi pada Januari 2026 yang berhasil menembus hingga 130% yoy.

Yonathan menerangkan salah satu faktor penyebab tingginya pertumbuhan penyaluran pembiayaan Samir tak terlepas dari tingkat kepercayaan pengguna yang makin tinggi terhadap perusahaan. Dia menyebut borrower yang melakukan peminjaman kembali ke perusahaan juga makin tinggi, setelah mereka melakukan pelunasan. 

Sementara itu, Yonathan mengatakan kegiatan operasional Samir tetap berjalan normal seperti biasanya di tengah berbagai isu yang menerpa industri. Dari sisi bisnis usaha, Dia bilang pihaknya tetap menjalankan bisnis secara prudent dan selalu berkomitmen untuk terus meningkatkan tata kelola perusahaan melalui kualitas layanan yang selalu optimal. 

"Sebab, kepercayaan lender dan borrower adalah prioritas utama bagi Samir. Dengan demikian, kami meyakini bahwa kesehatan keuangan Samir juga tetap terjaga dengan baik," ucap Yonathan. 

Baca Juga: Amartha Jaga Rasio Kredit Macet Tetap di Bawah 5% pada Awal 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News