Fintech UKU Catat TWP90 di 2,42%, Ini Strategi Jaga Kualitas Pendanaan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Teknologi Merlin Sejahtera mencatat rata-rata rasio kredit macet alias tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) sebesar 2,42% sepanjang Januari-Agustus 2026. Rasio tersebut menurut perusahaan dengan platform UKU ini angkanya konsisten di bawah 4%. 

Direktur Utama Teknologi Merlin Sejahtera, Tony Jackson menilai fintech pendanaan masih menjadi pilihan menarik bagi pemberi dana, selama penyelenggara mampu mengelola risiko yang ketat.

“Pemberi dana perlu cermat memilih penyelenggara yang berizin dan diawasi OJK,serta memperhatikan kualitas portofolionya,” ujarnya kepada Kontan Selasa, (6/10/2026).


Baca Juga: BYOND by BSI Tawarkan Diskon Tiket MotoGP Mandalika hingga Rp 375.000

Untuk menjaga kepercayaan lender, Tony bilang penyaluran pendanaan diarahkan ke profil peminjam (borrower) yang sesuai dengan parameter risiko yang disepakati bersama pemberi dana.

Ia menambahkan pemberi dana juga dapat memantau data dan kinerja portofolio secara berkala lewat dashboard khusus.

Sejalan dengan itu, untuk menjaga kualitas pendanaan perusahaan dengan nama platform UKU ini melakukan dua pendekatan dalam menjaring borrower. Pertama menganalisis kredit secara menyeluruh untuk setiap calon borrower baru. 

Kedua, untuk  menjaga kualitas kredit lebih jelas dan risikonya terukur. UKU memberikan perhatian lebih kepada repeat borrower yang sudah punya rekam jejak pembayaran di UKU.

Menurut Tony, akuisisi borrower baru tetap berjalan secara selektif untuk memperluas akses pendanaan. Setelah pinjaman berjalan, performa pembayaran borrower terus dipantau agar risiko bisa terdeteksi dan ditangani lebih awal.

Sepanjang tahun 2026, Tony mengatakan, UKU telah menambah tiga pemberi dana baru dari lembaga jasa keuangan maupun non-lembaga jasa keuangan. "Total pemberi dana kini berjumlah sembilan lembaga keuangan dan non keuangan, bertambah dari enam pada akhir 2025," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News