Fintech UKU Salurkan Pembiayaan Rp 687,18 Miliar hingga September 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyelenggara fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) PT Teknologi Merlin Sejahtera (UKU) menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 687,18 miliar sejak Januari 2026 hingga September 2026. 

Kinerja penyaluran pembiayaan tersebut terbilang positif, dengan rata-rata tingkat keberhasilan bayar 90 hari (TKB90) yang terjaga di level 97,52%. Dengan demikian, TWP90 perusahaan sebesar 2,48% per September 2026. Jika ditelaah, angkanya membaik dari bulan sebelumnya yang berada di level 3,12%.

"Sepanjang Januari 2026 hingga September 2026, UKU menyalurkan pendanaan sebesar Rp 687,18 miliar, dengan TKB90 sebesar 97,52%," ujar Chief Executive Officer UKU, Tony Jackson dalam keterangan resmi, Jumat (6/11/2026).


Selain itu, kinerja pembiayaan UKU juga tak terlepas dari bertambahnya pemberi dana atau lender aktif. Tony menyebut jumlah pemberi dana aktif bertambah dari enam pada akhir 2025, menjadi delapan pemberi dana per September 2026.

Lebih lanjut, Tony menyampaikan perusahaan akan terus berupaya menjaga kualitas pembiayaan di usianya yang memasuki tahun ke-9. Sejak berdiri pada 2018, dia bilang pengajuan pembiayaan yang masuk, digunakan banyak borrower untuk biaya sekolah anak, tambahan modal usaha, pengobatan anggota keluarga, hingga kebutuhan mendesak yang tidak bisa menunggu.

Baca Juga: Fintech UKU Ungkap Sejumlah Faktor yang Dapat Pengaruhi Kinerja Laba

Selama delapan tahun, Tony menyebut UKU belajar bahwa setiap pinjaman adalah amanah. Dia bilang kepercayaan itu yang membuat UKU berhati-hati dalam setiap keputusan memberikan pembiayaan, mulai dari menilai kemampuan bayar hingga mendampingi borrower sampai pinjamannya selesai.

“Kami bersyukur atas kepercayaan penerima dana, pemberi dana, regulator, asosiasi, hingga mitra. Oleh karena itu, kami ingin tetap rendah hati dan terus bekerja sebaik mungkin,” ucapnya. 

Memasuki tahun kesembilan, Tony menyebut UKU akan terus tumbuh secara bertahap, dengan memperkuat penilaian kelayakan, efisiensi operasional, dan kolaborasi bersama lembaga jasa keuangan. Dia juga mengatakan UKU akan berfokus membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mempromosikan produk dan usaha mereka melalui kanal komunikasi digital milik UKU. 

Baca Juga: Pindar UKU Salurkan Pembiayaan ke Luar Pulau Jawa Rp 200 Miliar hingga Agustus 2026

Sementara itu, Tony juga sempat menyampaikan sejak awal tahun tren penyaluran pembiayaan ke luar Pulau Jawa terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hal itu didorong oleh penguatan manajemen risiko di setiap wilayah baru yang dijajaki perusahaan. 

Dia juga tak memungkiri bahwa penyaluran pembiayaan UKU masih berkonsentrasi di Pulau Jawa sejauh ini, karena pasar dan infrastruktur pendukung yang lebih matang. Namun, Tony mengatakan pihaknya terus menguatkan kontribusi di wilayah lain, seperti Sumatra Utara dan Bali.

"Pemerataan tersebut dilakukan secara bertahap dan terukur, sejalan dengan kapasitas manajemen risiko dan infrastruktur yang terus dibangun di masing-masing wilayah," katanya.

Dari segi pemanfaatan, Tony menerangkan pembiayaan di UKU banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumtif rumah tangga sehari-hari. Di sisi lain, perusahaan juga tetap memprioritaskan kualitas kredit melalui penguatan credit scoring dan pemantauan portofolio. 

Baca Juga: Fintech UKU Catat TWP90 di 2,42%, Ini Strategi Jaga Kualitas Pendanaan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News