KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dicky Kartikoyono mengaku menyerahkan sepenuhnya hasil uji kelayakan dan kepatutan (
fit and proper test) kepada Tuhan Yang Maha Esa serta keputusan Komisi XI DPR RI. Dicky mengatakan dirinya telah menyampaikan seluruh gagasan dan upaya terbaik dalam proses seleksi tersebut. “Kalau soal itu kan bagaimana Komisi XI melihat. Kalau saya sih yang penting sudah memadai apa yang kami usahakan, ini adalah upaya terbaik kami. Selebihnya kita serahkan kepada Allah SWT, karena semuanya Allah yang mengatur,” ujar Dicky saat ditemui di Gedung Parlemen usai menjalani fit and proper test, Senin (26/1/2026).
Baca Juga: Pemerintah Rancang SBN Valas Domestik ala Tax Amnesty 2022 untuk Serap DHE SDA Dalam uji kelayakan tersebut, Dicky memaparkan visi dan misinya terkait peran Bank Indonesia, khususnya dalam menjaga stabilitas sebagai prasyarat utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Menurutnya, stabilitas ekonomi dijaga melalui bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, yang diperkuat dengan sinergi bersama pemerintah, industri keuangan, sektor riil, hingga parlemen. “Tugas Bank Indonesia dimulai dari menjaga stabilitas agar pertumbuhan ekonomi bisa berkelanjutan. Ini dilakukan melalui bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, ditambah sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah, industri keuangan, sektor riil, sampai parlemen,” jelasnya. Dicky menambahkan, sinergi kebijakan tersebut diarahkan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi hingga 8% sebagaimana tercantum dalam agenda Asta Cita Presiden.
Baca Juga: Menhan Tunggu Arahan Kemlu Soal Iuran Wajib Keanggotaan Dewan Perdamaian Salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut adalah akselerasi digitalisasi sistem pembayaran guna meningkatkan kecepatan perputaran uang di perekonomian. “Kalau digitalisasinya berjalan baik dan lancar, velocity of money akan semakin cepat. Ini bisa kita dorong ke sektor-sektor yang membutuhkan, sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat dengan tetap menjaga inflasi,” ujarnya. Terkait tantangan ke depan, Dicky mengakui ketidakpastian global masih menjadi faktor utama yang perlu diantisipasi. Sementara di dalam negeri, fokus kebijakan diarahkan pada penguatan konsumsi masyarakat, sektor riil sebagai mesin pertumbuhan, serta pembiayaan bagi sektor-sektor yang membutuhkan likuiditas.
Baca Juga: Kemenkeu Siapkan Penerbitan SBN Valas Domestik pada 2026 untuk Menyerap DHE SDA Ia juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi dan pengembangan talenta digital nasional untuk menopang pertumbuhan ekonomi ke depan.
“Ini yang harus terus kita upayakan. Salah satu visi-misi kami adalah mendorong pengembangan talenta digital Indonesia agar mampu mendukung sektor-sektor strategis tersebut,” pungkas Dicky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News