KONTAN.CO.ID - Fitch Ratings menaikkan proyeksi harga sejumlah komoditas logam dan pertambangan untuk tahun 2026, seiring meningkatnya permintaan global serta adanya keterbatasan pasokan di beberapa komoditas utama. Melansir
Reuters Jumat (13/3/2026), lembaga pemeringkat tersebut menaikkan proyeksi harga tembaga di London Metal Exchange (LME) untuk 2026 menjadi US$11.500 per ton, dari sebelumnya US$9.500 per ton.
Baca Juga: ByteDance Dapat Akses Chip AI Terbaru Nvidia untuk Operasi di Luar China Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan akibat proyek elektrifikasi, termasuk penguatan jaringan listrik dan pembangunan pusat data. Fitch juga menaikkan proyeksi harga aluminium menjadi US$2.900 per ton dari sebelumnya US$2.550 per ton. Permintaan diperkirakan tetap tumbuh stabil, sementara tambahan pasokan dinilai terbatas di luar rencana ekspansi kapasitas di Indonesia dan Asia Tenggara. Untuk seng, Fitch meningkatkan proyeksi harga 2026 menjadi US$3.000 per ton dari sebelumnya US$2.850 per ton. Hal ini dipicu oleh perkiraan penurunan produksi tambang pada 2026 sementara konsumsi tetap kuat, yang berpotensi mendorong pasar ke kondisi defisit. Sementara itu, proyeksi harga nikel direvisi naik menjadi US$16.000 per ton dari sebelumnya US$15.000 per ton, dipengaruhi oleh penurunan kuota produksi yang ditetapkan Indonesia.
Baca Juga: Korea Selatan Pertimbangkan Voucher Energi, Tingkatkan Tenaga Batubara dan Nuklir Fitch juga menaikkan proyeksi harga bijih besi untuk 2026 menjadi US$95 per ton dari sebelumnya US$90 per ton, dengan alasan meningkatnya biaya penambangan yang menopang harga pada siklus menengah sekitar US$75 per ton. Kenaikan paling signifikan terjadi pada kobalt, yang diproyeksikan mencapai US$50.000 per ton pada 2026, naik tajam dari sebelumnya US$30.000 per ton. Lonjakan ini dipicu kebijakan Republik Demokratik Kongo yang menetapkan batas ekspor tahunan sebesar 96.600 ton, yang diperkirakan dapat memangkas pasokan tambang global sebesar 20%–25%.
Selain logam industri, Fitch juga menaikkan proyeksi harga logam mulia. Harga emas diperkirakan mencapai US$4.500 per ons troi pada 2026, naik dari proyeksi sebelumnya US$3.400, didukung pembelian kuat oleh bank sentral serta meningkatnya alokasi investasi institusi dan ritel. Proyeksi harga platinum juga dinaikkan menjadi US$1.750 per ons troi dari sebelumnya US$1.300, seiring membaiknya fundamental pasokan dan permintaan serta potensi substitusi terhadap emas dalam industri perhiasan.
Baca Juga: Kuba Bakal Bebaskan 51 Tahanan dalam Kesepakatan yang Dimediasi Vatikan Sementara itu, proyeksi harga paladium dinaikkan menjadi US$1.350 per ons troi dari sebelumnya US$1.200, dengan Fitch mencatat permintaan yang masih terkonsentrasi pada sektor catalytic converter serta keterbatasan pasokan dari Rusia.