KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fitch Ratings menaikkan rating PT Lippo General Insurance Tbk (LGI). Lembaga pemeringkat tersebut menaikkan National Insurer Financial Strength (IFS) Rating Lippo General Insurance menjadi AAA(idn) dari AA+(idn) dengan outlook stabil. Kenaikan rating ini mencerminkan penilaian Fitch bahwa posisi Lippo General Insurance semakin penting bagi perusahaan induknya yang berbasis di Korea Selatan, Hanwha Life Insurance Co., Ltd. (HWL). Fitch Ratings dalam rilis 4 September 2026 menyebutkan, tingkat kepentingan strategis Lippo General Insurance bagi induknya kini dinilai "Very Important", naik dari sebelumnya "Important".
Baca Juga: Banyak Perusahaan Belum Siapkan Pesangon, DPLK Avrist Bidik Korporasi Sehat Menurut Fitch, penilaian tersebut didukung oleh rekam jejak kepemilikan dan keterkaitan LGI dengan grup Hanwha yang terus berlanjut. Hanwha Life mengakuisisi saham mayoritas LGI pada Maret 2023. Fitch juga menilai kecil kemungkinan LGI didivestasikan. Pasalnya, grup Hanwha tengah memperluas bisnis asuransi di luar Korea Selatan dan telah menetapkan Indonesia sebagai salah satu pasar utama di kawasan Asia berkembang. "Indonesia merupakan pasar utama bagi grup di Asia berkembang," tulis Fitch dalam laporan tersebut. Pada 2025, sebagian besar saham Lippo General Insurance dialihkan dari PT Hanwha Life Insurance Indonesia kepada Hanwha General Insurance Co., Ltd. untuk memenuhi ketentuan regulasi lokal. Namun, transaksi tersebut tidak mengubah struktur kepemilikan akhir karena kedua entitas sama-sama merupakan anak usaha HWL. Selain dukungan dari induk usaha, profil bisnis Lippo General Insurance juga menjadi faktor yang menopang peringkat perusahaan. Fitch menilai profil perusahaan Lippo General Insurance "Favourable", dengan profil bisnis yang menguntungkan dan tata kelola perusahaan yang dinilai netral dibandingkan perusahaan asuransi domestik lainnya. Lippo General Insurance memiliki pangsa pasar sekitar 3% per Juni 2026, dengan bisnis terutama berasal dari asuransi kesehatan dan asuransi kredit multiguna. Pada bisnis kredit multiguna, perlindungan diberikan untuk membayar kewajiban pinjaman nasabah apabila terjadi gagal bayar. Bisnis ini terutama berasal dari perusahaan multifinance dengan tenor pinjaman kurang dari satu tahun.
Baca Juga: Pegadaian Buka-bukaan Tarif Bunga Gadai, Mulai 0,75% per 15 Hari Lippo General Insurance juga membatasi eksposur terhadap asuransi kredit dengan menetapkan batas rasio klaim. Dari sisi profitabilitas, kinerja underwriting Lippo General Insurance dinilai tetap stabil sepanjang 2025. Berdasarkan standar akuntansi PSAK 117, laba bersih Lippo General Insurance melonjak menjadi Rp 145 miliar pada 2025, dibandingkan Rp 64 miliar pada 2024. Perusahaan ini juga terus melakukan penyesuaian harga dan menjaga seleksi bisnis secara disiplin, terutama pada segmen kesehatan yang menyumbang lebih dari 30% total premi bruto. Strategi tersebut turut mendorong return on equity (ROE) mencapai 15% pada 2025. Dari sisi permodalan, Fitch memperkirakan perusahaan mampu mempertahankan buffer modal yang memadai. Rasio risk-based capital (RBC) LGI tercatat 244% pada akhir Juni 2026, turun dari 304% pada akhir 2025. Meski demikian, rasio tersebut masih jauh di atas batas minimum 120% yang ditetapkan regulator. Fitch menjelaskan, penurunan RBC tersebut mencerminkan faktor musiman karena volume bisnis asuransi kesehatan biasanya lebih tinggi pada kuartal I dan II. Sementara itu, ekuitas konsolidasian Lippo General Insurance telah mencapai Rp 1,028 triliun. Angka tersebut bahkan telah melampaui ketentuan permodalan baru sebesar Rp250 miliar pada 2026 dan Rp1 triliun pada 2028. Fitch juga melihat Lippo General Insurance memiliki komposisi aset investasi yang beragam. Setara kas dan surat berharga pendapatan tetap menyumbang 77% dari portofolio investasi, sementara reksa dana mencapai 19%. Sisanya ditempatkan pada berbagai instrumen, termasuk saham. Dengan peringkat AAA(idn), Lippo General Insurance kini berada pada level tertinggi dalam skala peringkat nasional Fitch. Peringkat tersebut menunjukkan kewajiban pemegang polis perusahaan ini memiliki risiko kredit relatif paling rendah dibandingkan kewajiban atau penerbit lain di Indonesia.
Baca Juga: Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Naik 11,5% Capai Rp 21,06 Triliun di Semester I-2026 Fitch menyatakan peringkat Lippo General Insurance dapat tertekan apabila persepsi terhadap kepentingan strategis perusahaan bagi Hanwha Life melemah atau terjadi penurunan signifikan pada kualitas kredit mandiri, termasuk memburuknya permodalan. Sementara itu, ruang kenaikan rating sudah tidak tersedia karena AAA(idn) merupakan level tertinggi dalam skala nasional Fitch. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News