Fitch Pertahankan Rating PGN BBB-, Arus Kas Kuat Jadi Kunci



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mempertahankan peringkat kredit investment grade pada level BBB- dengan Outlook Stabil dari Fitch Ratings, baik untuk mata uang asing maupun rupiah.

Penegasan ini mencerminkan ketahanan fundamental bisnis, arus kas yang kuat, serta posisi strategis PGN sebagai pengelola infrastruktur gas bumi nasional, meski pasar mengalami dinamika dan Fitch menyesuaikan outlook beberapa korporasi setelah mengubah outlook sovereign Indonesia.

Baca Juga: Pendapatan Panorama Sentrawisata (PANR) Tumbuh 23% pada 2025


Direktur Keuangan PGN Catur Dermawan menekankan bahwa afirmasi rating ini menunjukkan kepercayaan lembaga pemeringkat global terhadap fundamental dan stabilitas operasional PGN.

“Peringkat BBB- dengan Outlook Stabil mencerminkan ketahanan PGN yang didukung portofolio infrastruktur gas strategis, kinerja operasional andal, dan pengelolaan keuangan yang disiplin,” ujar Catur dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).

PGN mengelola lebih dari 95% jaringan infrastruktur gas bumi di Indonesia, melayani sektor industri, pembangkit listrik, komersial, hingga rumah tangga.

Posisi ini menjadikan PGN sebagai operator energi penting dalam sistem energi nasional sekaligus mendukung ketahanan energi domestik.

Baca Juga: Industri Baja Masih Menantang, Gunung Raja (GGRP) Usung Target Konservatif Tahun Ini

Pada 2025, PGN membukukan pendapatan US$3,9 miliar dengan EBITDA US$971,2 juta dan arus kas US$1,3 miliar, memberi fleksibilitas keuangan untuk menjaga stabilitas operasional serta mendukung pengembangan infrastruktur gas bumi.

Kinerja keuangan PGN menunjukkan penguatan konsisten: Interest coverage ratio meningkat menjadi 17,44x dibanding 15,83x pada 2024, menandakan kemampuan EBITDA perusahaan memenuhi kewajiban bunga dengan sangat memadai.

Rasio debt-to-equity juga membaik menjadi 30,5% dari 34,6%, mencerminkan pengelolaan struktur modal yang prudent.

Ke depan, PGN akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi infrastruktur gas bumi nasional, integrasi portofolio pasokan gas pipa dan LNG, serta peningkatan efisiensi operasional untuk memastikan keberlanjutan kinerja perusahaan.

Baca Juga: Penjualan Mobil Februari 2026 Naik Dua Digit, Tembus 81.159 Unit

“PGN berkomitmen menjaga keandalan operasional, memperkuat integrasi infrastruktur gas nasional, dan memastikan pasokan energi bagi pelanggan di seluruh Indonesia,” tutup Catur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News