KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings mewaspadai perlambatan konsumsi masyarakat Indonesia pada semester II-2026.
Pelemahan kepercayaan konsumen dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat menahan laju pertumbuhan ekonomi nasional pada paruh kedua tahun ini. Dalam laporan bertajuk Indonesia’s Policy Uncertainty, External Headwinds Cloud Growth Outlook yang dirilis pada 21 Oktober 2026, Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2% sepanjang 2026.
Proyeksi ini lebih rendah dibandingkan target awal pemerintah sebesar 5,4%.
Baca Juga: Prabowo Sebut RI Masih Punya Ketahanan Pangan Hingga Energi Ditengah Geopolitik Fitch mencatat konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama perekonomian Indonesia. Pada semester I-2026, konsumsi masyarakat tumbuh 5,3% secara tahunan (
year-on-year/yoy) dan menyumbang lebih dari separuh pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, Fitch memperkirakan konsumsi masyarakat akan melambat selama sisa 2026. Hal ini sejalan dengan penurunan kepercayaan konsumen dibandingkan awal tahun. "Fitch memperkirakan konsumsi masyarakat akan melambat hingga akhir 2026 seiring menurunnya kepercayaan konsumen dibandingkan awal tahun," dikutip dari laporan tersebut, Rabu (21/10). Perlambatan konsumsi tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama ketika dorongan belanja pemerintah diperkirakan mulai berkurang setelah percepatan realisasi anggaran pada semester I-2026. Fitch menilai normalisasi belanja pemerintah akan mengurangi kontribusi dukungan fiskal terhadap aktivitas ekonomi. "Dukungan fiskal pemerintah diperkirakan berkurang setelah percepatan belanja pada semester I-2026. Hal ini akan mengurangi efek pengganda belanja pemerintah terhadap aktivitas ekonomi," katanya. Sementara itu, kenaikan tagihan impor, khususnya energi, juga diperkirakan menekan kontribusi ekspor neto terhadap pertumbuhan. Kombinasi faktor tersebut membuat Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat pada semester II-2026, bahkan pertumbuhan secara tahunan berpotensi turun di bawah 5%. Fitch juga menyoroti tantangan struktural yang memengaruhi kemampuan konsumsi masyarakat untuk menopang pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.
Menurut laporan tersebut, populasi kelas menengah Indonesia telah menurun sejak 2019. Kondisi ini dikaitkan dengan pendapatan riil yang terbatas, pelemahan daya beli, serta penurunan kualitas pekerjaan seiring bergesernya kesempatan kerja ke sektor informal dan berproduktivitas lebih rendah. Fitch memperkirakan produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia berdasarkan nilai tukar pasar mencapai sekitar US$ 5.100 pada 2026, atau sekitar sepertiga median negara-negara dengan peringkat kredit BBB.
Baca Juga: Jauh dari Target Prabowo, Fitch Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Mentok 4,9% Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News