Fitch Ramal Pertumbuhan Pendapatan Korporasi Global Anjlok Jadi 1,5% pada 2027



KONTAN.CO.ID - CHICAGO. Fitch Ratings memperkirakan tingkat leverage korporasi global akan menurun menjadi 2,9 kali pada 2026, dari 3 kali pada 2025, sebelum bertahan stabil pada 2027.

Meski neraca perusahaan diproyeksikan semakin terjaga, pertumbuhan pendapatan diperkirakan melambat tajam tahun depan di tengah prospek ekonomi global yang moderat dan suku bunga yang bertahan tinggi lebih lama.

Fitch dalam riset pada 23 Oktober 2026 memproyeksikan pertumbuhan pendapatan tahunan perusahaan global melambat dari 5,8% pada 2026 menjadi hanya 1,5% pada 2027.


Baca Juga: Australia Buka Bandara Baru, Bandara International Western Sydney Beroperasi 24 Jam

Di sisi lain, margin EBITDA diperkirakan membaik menjadi 18,1% pada 2027, dibandingkan 17,8% pada 2026. Perbaikan margin ini berpotensi membantu perusahaan menjaga profitabilitas meskipun pertumbuhan pendapatan menghadapi tekanan.

Fitch juga memperkirakan belanja modal atau capital expenditure (capex) masih tumbuh hingga 2027, meski dengan laju yang lebih lambat. Pendanaan belanja modal tersebut terutama akan mengandalkan arus kas operasional, sehingga perusahaan dapat membatasi tekanan terhadap neraca keuangan.

Dari sisi regional, Fitch memperkirakan leverage agregat perusahaan di Amerika Utara dan Asia Pasifik (APAC) masih akan menurun pada 2027. Sebaliknya, leverage di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) serta Amerika Latin diproyeksikan meningkat akibat perbedaan dinamika arus kas antarwilayah.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tren penurunan leverage korporasi global tidak akan berlangsung merata. Kemampuan menghasilkan arus kas akan menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah perusahaan dapat terus menekan utang atau justru menghadapi kenaikan leverage.

Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia berada di kisaran 2,5%-2,6%. Inflasi tahunan diproyeksikan mencapai puncaknya pada 2026, sementara suku bunga diperkirakan bertahan pada level tinggi lebih lama.

Kombinasi pertumbuhan ekonomi yang moderat dan biaya pendanaan yang masih tinggi berpotensi membatasi ekspansi perusahaan, meskipun penggunaan arus kas operasional untuk membiayai investasi dapat membantu menjaga ketahanan neraca.

Berdasarkan sektor usaha, Fitch memperkirakan teknologi serta kedirgantaraan dan pertahanan (Aerospace & Defense) mencatat pertumbuhan pendapatan paling kuat.

Baca Juga: Kim Jong Un Sambangi Perbatasan China, Ada Misi Ekonomi di Balik Jembatan Baru

Prospek positif sektor teknologi ditopang oleh berlanjutnya investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Sementara itu, peningkatan belanja pertahanan menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor kedirgantaraan dan pertahanan.

Sebaliknya, sektor minyak dan gas serta sumber daya alam (Natural Resources) diperkirakan mencatat pertumbuhan paling lemah. Kondisi ini berkaitan dengan berbaliknya dampak kenaikan harga komoditas yang sebelumnya menopang pendapatan perusahaan di sektor tersebut.

Fitch juga merevisi sejumlah asumsi indikator kinerja utama sektor, terutama untuk maskapai penerbangan, otomotif, dan perumahan.

Untuk industri penerbangan, asumsi harga bahan bakar pesawat atau jet fuel dinaikkan sebesar 15%-20% di Amerika Utara dan EMEA. Revisi tersebut mencerminkan dampak konflik Iran yang masih berlangsung terhadap prospek biaya operasional maskapai.

Kenaikan biaya bahan bakar berpotensi menekan margin perusahaan penerbangan, terutama apabila maskapai tidak dapat sepenuhnya meneruskan kenaikan biaya tersebut kepada penumpang melalui harga tiket.

Di sektor otomotif, Fitch sedikit menurunkan asumsi penjualan kendaraan baru global untuk 2026 dan 2027. Pelemahan volume penjualan di China menjadi faktor utama revisi tersebut, meskipun proyeksi pasar Amerika Serikat dan Eropa masih stabil hingga meningkat.

Sementara itu, prospek penjualan rumah baru di Amerika Serikat diturunkan untuk 2026 dan 2027. Suku bunga hipotek yang lebih tinggi dinilai semakin membebani keterjangkauan pembelian rumah.

Di China, Fitch juga memangkas proyeksi penjualan rumah baru pada 2027 menyusul kebijakan perumahan baru yang diumumkan pemerintah negara tersebut.

Baca Juga: Audi Dikabarkan Bangun Pabrik di AS, Bakal Produksi SUV Capai 200.000 Unit

Dalam pembaruan laporan kuartal ini, Fitch mulai memasukkan proyeksi keuangan untuk 2028 serta asumsi indikator kinerja utama sektor infrastruktur bandara dan pembiayaan proyek.

Untuk industri bandara, proyeksi pertumbuhan jumlah penumpang berbeda-beda di setiap wilayah. Variasi tersebut mencerminkan prospek ekonomi, risiko geopolitik, harga tiket, serta perubahan kapasitas kursi yang disediakan maskapai.