Fix, Menteri ESDM Tolak Izin Niaga Migas PLN EPI



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menegaskan bahwa pihaknya menolak izin niaga minyak dan gas bumi (Migas) yang diajukan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) beberapa waktu lalu.

Arifin menyatakan saat ini sudah banyak perusahaan-perusahaan migas yang menyediakan minyak maupun gas untuk kepentingan PLN.

“Sekarang sudah banyak migas-migas itu kan,” ujar Arifin ketika ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (28/4).


Meskipun gas yang diperlukan PLN EPI untuk kebutuhan pembangkit, Arifin kembali menegaskan bahwa LNG sudah bisa disluarkan oleh PT Pertamina.

“(Untuk pembangkit) itu kan sudah disalurkan Pertamina. Ngapain bikin lagi unit usaha,” tegasnya.

Baca Juga: Beri Izin Perpanjangan Ekspor Konsentrat Tembaga, ESDM Siapkan Peraturan Menteri

Sebelumnya Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji menjelaskan, alasan PLN mengajukan izin niaga migas ke Kementerian ESDM karena ingin mengoptimalkan pasokan internal gas untuk pembangkitnya.

“Namun kalau kami meminta agar PLN mengupayakan kerja sama dengan Pertamina saja dahulu, perlu dioptimalkan dengan badan usaha lain,” jelasnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (12/4).

Beberapa waktu lalu, Kementerian ESDM mengakui masih dalam proses mengevaluasi izin niaga yang diajukan oleh PLN sembari melihat optimalisasi perusahaan setrum pelat merah ini pada badan usaha lainnya.

“Iya (izin niaga migas belum diberikan tahun ini) kami minta optimalisasi dahulu,” terangnya.

Sebagai informasi, pengajuan izin niaga migas yang diajukan PLN EPI ke Kementerian ESDM untuk memberikan keamanan pasokan LNG dari pembangkit PLN. Jadi izin ini sebagai penjaga security off supply bagi pembangkit.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan sebelumnya menerangkan, pihaknya masih akan bekerja sama dengan Pertamina untuk pasokan gas dan BBM. "Kita terus bekerja sama dengan Pertamina untuk pasokan BBM dan juga gas," kata dia.

Baca Juga: Freeport dan Amman Mineral Dapat Izin Ekspor Konsentrat Tembaga Hingga Mei 2024

Ia mengatakan bahwa nantinya pasokan LNG tidak didatangkan dari impor melainkan dari domestik. "Kita optimalkan produk dalam negeri sesuai dengan kontrak yang sudah ada. Apalagi dengan Pertamina dengan sinergi BUMN," ucap dia.

Asal tahu saja, Menurut rencana, PLN EPI dari 2023 hingga tahun 2025 mendatang akan melakukan gasifikasi pembangkit di 21 lokasi. Kebutuhan itu untuk PLTG ataupun PLTMG dengan total kapasitas 2,2 GW yang akan mendapatkan jaminan pasokan gas dan PLN juga akan melakukan pengembangan infrastruktur gas juga LNG Hub.

Untuk 2,2 GW pembangkit tersebut PLN EPI membutuhkan 16 kargo LNG selama setahun.

“Proses gasifikasi saat ini sedang dalam proses lelang dan akan disampaikan lebih lanjut apabila proses telah selesai,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari