KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT FKS Food Sejahtera Tbk (
AISA) tetap optimistis menyongsong semester II-2026 meski mencermati berbagai tantangan dari kondisi makroekonomi, seperti inflasi dan pelemahan daya beli masyarakat yang berpotensi memengaruhi industri barang konsumsi. Corporate Secretary FKS Food Sejahtera Ivan Gunawan mengatakan, perseroan masih melihat adanya peluang pertumbuhan pada paruh kedua tahun ini, namun tetap mewaspadai berbagai tantangan eksternal yang masih berlangsung. “Memasuki semester II-2026, Perseroan tetap melihat adanya peluang pertumbuhan dengan tetap mewaspadai berbagai tantangan eksternal yang masih berlangsung,” ujar Ivan kepada
Kontan.co.id, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: KKP Siapkan Skema BBM Solar Khusus Nelayan Rp 15.000 per Liter, Cek Syaratnya Dari sisi permintaan, AISA terus memantau perkembangan perilaku konsumen di berbagai segmen dan wilayah pemasaran. Hingga kini, fokus perseroan adalah menjaga ketersediaan produk, memperkuat jaringan distribusi, serta menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen agar tetap mampu bersaing di pasar. Sejalan dengan itu, AISA menyatakan belum mengubah rencana bisnis maupun target usaha yang telah ditetapkan pada awal tahun. Manajemen secara berkala tetap melakukan evaluasi terhadap kinerja dan perkembangan kondisi pasar. Ia menambahkan, apabila terdapat perubahan yang bersifat material terhadap target maupun prospek usaha, perseroan akan menyampaikannya kepada publik sesuai ketentuan pasar modal. Untuk menjaga pertumbuhan penjualan sekaligus mempertahankan profitabilitas, AISA menjalankan sejumlah strategi, mulai dari peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi pengadaan bahan baku dan distribusi, pengelolaan biaya secara disiplin, hingga memperkuat efektivitas kegiatan pemasaran. Selain itu, perusahaan juga terus mengevaluasi portofolio produk agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen dan memberikan nilai tambah di tengah perubahan kondisi pasar. Kolaborasi dengan mitra distribusi juga diperkuat untuk menjaga ketersediaan produk di berbagai wilayah pemasaran. Dalam menghadapi tekanan daya beli masyarakat, AISA juga menyiapkan berbagai alternatif strategi, termasuk mengevaluasi kebijakan harga, pengelolaan portofolio produk dan kemasan, serta pelaksanaan program pemasaran dan promosi. “Perseroan memiliki berbagai alternatif strategi untuk merespons dinamika pasar, termasuk evaluasi terhadap kebijakan harga, pengelolaan portofolio produk dan kemasan, serta pelaksanaan program pemasaran dan promosi,” kata Ivan.
Di sisi lain, AISA juga terus memantau perkembangan harga bahan baku, biaya logistik, serta komponen biaya operasional lainnya yang dipengaruhi kondisi pasar domestik maupun global.
Untuk memitigasi potensi kenaikan beban operasional, manajemen secara konsisten menjalankan langkah efisiensi melalui optimalisasi pengadaan, pengelolaan persediaan, peningkatan produktivitas, serta efisiensi distribusi. “Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga tingkat profitabilitas Perseroan di tengah perubahan kondisi biaya,” tandasnya Ivan. Sebagai gambaran, berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2026, penjualan AISA meningkat 4,93% secara tahunan menjadi Rp 505,23 miliar dari Rp 481,48 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Namun, laba periode berjalan turun menjadi Rp 11,27 miliar dari sebelumnya Rp 34,93 miliar. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News