KONTAN.CO.ID - Manajer sementara Manchester United Darren Fletcher menilai kekalahan 1-2 dari Brighton & Hove Albion di Old Trafford pada babak ketiga Piala FA Minggu lalu memperlihatkan rapuhnya kondisi skuad Setan Merah. Hampir tidak ada sorak-sorai saat peluit akhir dibunyikan. Kekalahan ini memupus harapan United meraih trofi musim ini, meski beberapa suporter melontarkan ejekan saat para pemain meninggalkan lapangan. Fletcher, mantan gelandang United, naik dari posisinya sebagai pelatih tim U-18 untuk menangani tim utama setelah pemecatan Ruben Amorim pekan lalu.
Baca Juga: Trump Berniat Hubungi Musk Terkait Pemulihan Layanan Internet di Iran Setelah bermain imbang 2-2 di laga Premier League melawan Burnley, Fletcher berharap bisa memberi dorongan di Old Trafford, tetapi harapannya pupus ketika mantan pemain United, Danny Welbeck, mencetak gol bagi Brighton setelah Brajan Gruda membawa United unggul lebih dulu. “Permainan kami bercampur aduk, kami memulai dengan baik, tetapi gol itu membuat kami kehilangan ritme,” kata Fletcher dilansir dari Reuters, Senin (12/1/2026). “Operan kami cukup lambat, jadi saya menantang mereka saat turun minum. Sama seperti pertandingan sebelumnya, kami perlu menggerakkan bola dengan tempo lebih cepat.” “Ketika kami kembali unggul 2-1, saya pikir ini saatnya, suasana stadion hidup, energi naik, tapi pada akhirnya kami gagal menyamakan kedudukan. Saya pikir terlihat para pemain rapuh dan perlu membangun diri mereka kembali. Tugas mereka untuk merespons,” tambah Fletcher. United diperkirakan akan mengumumkan manajer sementara untuk sisa musim minggu depan, tetapi Fletcher menegaskan siapapun yang ditunjuk, pemainlah yang harus berjuang keras.
Baca Juga: Harga Tembaga Menguat Senin (12/1), Dolar Lemah dan Paket Stimulus Konsumsi China “Kepercayaan diri adalah hal terkuat dalam sepak bola, tetapi ketika tidak ada, Anda harus menggali kemampuan, berjuang, bekerja keras, baru kepercayaan diri itu kembali,” ujarnya. United gagal melaju ke babak berikutnya di kedua kompetisi domestik untuk pertama kalinya sejak musim 1981-82, dan tanpa kompetisi Eropa, musim ini terancam meredup. Namun, mereka berada di posisi ketujuh Premier League, hanya tertinggal satu poin dari peringkat kelima yang kemungkinan lolos ke Liga Champions. “Mereka adalah pemain berpengalaman. Mereka harus memastikan masih banyak yang bisa diperjuangkan musim ini. Tim ini masih cukup baik untuk meraih kesuksesan, tapi mereka harus berjuang keras,” tegas Fletcher. Fletcher juga mengkritik wasit Simon Hooper yang memberikan kartu kuning kedua kepada remaja Shea Lacey karena melempar bola dengan frustrasi menjelang akhir laga. “Kartu kuning Shea Lacey sangat tidak masuk akal dibandingkan pelanggaran yang kami alami sepanjang pertandingan, dan akhirnya pemain itu melakukan kesalahan dan diusir. Menurut saya, itu kepemimpinan wasit yang buruk,” kata Fletcher.
Baca Juga: OmniVision, Perusahaan Semikonduktor China, Naik 6,7% di Debut Perdagangan Hong Kong Lacey kemudian meminta maaf melalui media sosial. “Saya ingin meminta maaf kepada semua rekan setim, staf, dan suporter. Saya mengecewakan semuanya malam ini, saya seharusnya tidak membiarkan emosi menguasai saya, dan saya akan melakukan segala cara untuk memperbaikinya,” tulisnya.