FLiFE Bidik Pasar AC Indonesia, Fokus pada Kebutuhan Residential hingga Komersial



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan industri pendingin udara (AC) di Indonesia semakin berkembang seiring beragamnya kebutuhan konsumen, mulai dari hunian, perkantoran, toko, restoran hingga proyek komersial. Kondisi tersebut mendorong produsen AC untuk tidak hanya menawarkan kapasitas pendinginan, tetapi juga fitur, efisiensi penggunaan serta layanan purnajual.

General Manager FLiFE Indonesia, Agustinus Kurniawan mengatakan pemilihan AC perlu disesuaikan dengan kebutuhan ruangan dan pola penggunaan, termasuk kapasitas pendinginan, kondisi kelistrikan hingga dukungan layanan setelah pembelian.

“Memilih AC yang tepat bukan hanya tentang menentukan kapasitas pendinginan, tetapi juga memahami kebutuhan ruangan, fitur yang mendukung kenyamanan, serta kualitas produk dalam penggunaan jangka panjang,” ujar Agustinus dalam keterangan resminya, Jumat (2/10/2026).


Menurut dia, kebutuhan pendingin udara pada setiap ruang memiliki karakteristik berbeda. Untuk kebutuhan residential, misalnya, jenis wall-mounted split AC menjadi salah satu pilihan yang umum digunakan. Sementara kebutuhan komersial dan proyek dapat menggunakan jenis AC seperti cassette, floor standing, duct hingga FRV/VRF sesuai desain bangunan dan sistem pendinginan.

Baca Juga: FLiFE Perluas Pasar AC Komersial, Bidik Proyek HVAC di Indonesia

Dari sisi kapasitas, kebutuhan AC juga perlu mempertimbangkan luas ruangan. Sebagai gambaran, AC ½ PK dengan kapasitas sekitar 5.200 BTU direkomendasikan untuk ruangan seluas 5–7 meter persegi. Sementara AC ¾ PK dengan kapasitas sekitar 7.500 BTU dapat digunakan untuk ruangan 8–10 meter persegi.

Untuk ruangan 11–13 meter persegi, kebutuhan dapat menggunakan AC 1 PK dengan kapasitas sekitar 9.500 BTU. Adapun kapasitas 1,5 PK atau sekitar 12.500 BTU dapat menjadi pilihan untuk ruangan 15–17 meter persegi, sedangkan 2 PK dengan kapasitas sekitar 18.500 BTU untuk area sekitar 23–26 meter persegi.

Namun, luas ruangan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kapasitas AC. Paparan sinar matahari, tinggi plafon, jumlah orang serta aktivitas di dalam ruangan juga dapat mempengaruhi kebutuhan pendinginan.

Agustinus mengatakan perkembangan AC modern juga membuat fitur menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan konsumen. Namun, fitur dinilai perlu disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan, bukan sekadar mengejar spesifikasi.

FLiFE, misalnya, menghadirkan fitur Smart Cleaner yang dirancang untuk membantu menjaga kondisi unit dan mengurangi frekuensi pembersihan manual. Selain itu, terdapat Ultra Silent Mode yang ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan pengoperasian AC dengan tingkat kebisingan yang lebih rendah.

“Melalui FLiFE, kami ingin menghadirkan solusi pendingin udara yang relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia, dengan mempertimbangkan aspek kenyamanan, kemudahan penggunaan, dan kualitas sebagai bagian dari pengalaman konsumen,” katanya.

Selain produk, aspek kelistrikan juga menjadi pertimbangan dalam pemilihan AC. Konsumen perlu menyesuaikan kebutuhan daya produk dengan kapasitas listrik yang tersedia di rumah, terutama ketika AC digunakan bersamaan dengan berbagai perangkat elektronik lainnya.

Baca Juga: Efisiensi Energi Jadi Strategi Industri Elektronik Menjual Produk AC di Indonesia

Sementara untuk segmen komersial, kebutuhan AC dapat lebih kompleks karena dipengaruhi luas area, jumlah pengguna, jam operasional, aktivitas ruangan serta beban pendinginan.

FLiFE menyediakan portofolio produk untuk kebutuhan residential, light commercial, commercial hingga project. Perbedaan kebutuhan tersebut membuat pemilihan jenis, kapasitas serta sistem pendinginan perlu disesuaikan sejak tahap perencanaan bangunan.

Di tengah penggunaan AC yang bersifat jangka panjang, layanan purnajual juga menjadi bagian dari strategi FLiFE. Perseroan menyediakan layanan FLiFE 24/7 Always On Service melalui customer service dan dukungan teknisi selama 24 jam.

FLiFE juga memiliki jaringan layanan di 16 kota di Indonesia. Dari sisi garansi, perusahaan menawarkan garansi service dan spare part hingga lima tahun serta garansi kompresor hingga 10 tahun, sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan cakupan tersebut, persaingan di industri AC tidak hanya berkaitan dengan kapasitas dan fitur produk, tetapi juga kemampuan produsen menyediakan dukungan setelah produk digunakan.

Bagi konsumen, pemilihan AC pada akhirnya perlu mempertimbangkan kombinasi antara kapasitas pendinginan, kondisi ruangan, kebutuhan daya listrik, fitur, jenis sistem pendingin serta ketersediaan layanan perawatan dan suku cadang.

Baca Juga: Pasar AC Meluas ke Segmen Komersial, Produsen Memperkuat Portofolio Produk

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: