KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen pendingin udara lokal FLiFE memperluas bisnis ke segmen commercial air conditioning (CAC) dan heating, ventilation, and air conditioning (HVAC) untuk menangkap kebutuhan sistem pendingin pada proyek komersial dan industri di Indonesia. Ekspansi tersebut ditandai dengan debut portofolio CAC, light commercial air conditioning (LCAC), dan sistem variable refrigerant flow (VRF) dalam ajang RHVAC Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–11 September 2026 di NICE PIK 2. General Manager FLiFE Indonesia Anderson mengatakan, kebutuhan sistem pendingin semakin beragam seiring berkembangnya pembangunan ruang komersial, perkantoran, fasilitas publik hingga bangunan dengan kebutuhan khusus.
“Melalui kehadiran FLiFE di RHVAC Indonesia 2026, kami ingin menunjukkan bahwa solusi HVAC bukan hanya mengenai produk, tetapi juga bagaimana sebuah sistem dapat menjawab kebutuhan proyek secara menyeluruh,” ujar Anderson dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Baca Juga: Pasar AC Meluas ke Segmen Komersial, Produsen Memperkuat Portofolio Produk FLiFE sebelumnya dikenal melalui produk pendingin untuk kebutuhan hunian dan ruang berskala lebih kecil. Kini perusahaan memperluas portofolio untuk menyasar kebutuhan proyek dengan karakter dan skala yang lebih beragam. Untuk segmen commercial AC, FLiFE menawarkan sejumlah produk seperti AC Duct, Cassette dan Floor Standing. Sementara untuk kebutuhan sistem VRF, perusahaan membawa FRV (FLiFE Refrigerant Volume) Series. FRV Series memiliki sejumlah konfigurasi, mulai dari FRV 10HP, FRV Mini Series, FRV X9 dengan desain side discharge modular, hingga FRV 7C dengan sistem modular. Sistem tersebut ditujukan untuk berbagai proyek seperti minimarket, supermarket, villa, hotel, mal, hall, pabrik hingga gedung perkantoran. FLiFE juga menawarkan sejumlah pilihan unit indoor, termasuk duct type, cassette type, fresh air unit, wall mounted serta floor-ceiling type. Konfigurasi tersebut memungkinkan sistem pendingin disesuaikan dengan karakter bangunan dan kebutuhan ruang. Dari sisi kapasitas, FRV X9 dapat dikembangkan secara modular hingga 104 HP, sedangkan FRV 7C mencapai kapasitas hingga 144 HP. FRV X9 mendukung total panjang pemipaan hingga 560 meter dengan perbedaan ketinggian hingga 50 meter, sementara FRV 7C mencapai total panjang pemipaan hingga 1.000 meter dengan perbedaan ketinggian hingga 130 meter.
Baca Juga: Persaingan Pasar AC Kian Ketat, Produsen Perkuat Jaringan Layanan dan Produk Baru Selain memperluas portofolio produk, FLiFE juga mulai membangun jaringan dengan pelaku industri dan konsultan. Dalam RHVAC Indonesia 2026, perusahaan menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO). Kerja sama tersebut mencakup peluang kolaborasi dalam peningkatan pengetahuan dan kompetensi di bidang HVAC, termasuk dukungan terhadap kegiatan pelatihan dan bimbingan teknis. Di sisi lain, INKINDO memberikan dukungan promosi bagi FLiFE melalui jaringan dan anggotanya, baik secara online maupun offline. FLiFE juga menyiapkan layanan purna jual 24/7 Always On untuk memberikan dukungan teknis dan menangani keluhan pelanggan, termasuk pada hari libur. Anderson mengatakan, dukungan teknis dan purna jual menjadi bagian dari strategi perusahaan ketika masuk lebih dalam ke pasar commercial HVAC. “Mulai dari fleksibilitas solusi, dukungan teknis, hingga layanan purna jual, kami berkomitmen untuk terus memberikan value dan reliability bagi para pelanggan serta partner kami,” katanya.
Dalam ekspansi tersebut, FLiFE menegaskan bahwa perusahaan merupakan entitas lokal yang berdiri secara independen. Pengadaan produk, pengelolaan merek dan layanan purna jual FLiFE dikelola secara independen dan tidak memiliki hubungan kepemilikan, afiliasi merek maupun lisensi teknologi dengan GREE. Dengan masuknya portofolio CAC, LCAC dan VRF, FLiFE kini memperluas cakupan bisnis dari pendingin untuk hunian menuju solusi HVAC untuk proyek komersial, industri dan bangunan dengan kebutuhan sistem pendingin yang lebih kompleks.
Baca Juga: Pasar AC Indonesia Makin Kompetitif, Teknologi dan Efisiensi Energi Jadi Andalan Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News