Flu Burung H5N1 Meluas di Australia, Queensland Konfirmasi Kasus Pertama



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Negara bagian Queensland menjadi wilayah keempat di Australia yang mengonfirmasi kasus flu burung H5N1 setelah otoritas setempat mengumumkan seekor burung laut migran dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut.

Temuan yang diumumkan pada Sabtu (25/7/2026) itu menambah daftar penyebaran virus flu burung H5N1 yang sangat patogenik di Australia. Sebelumnya, negara tersebut menjadi benua terakhir yang mengonfirmasi kasus H5N1 di daratan utama ketika virus itu terdeteksi pada Juni tahun ini.

Meski demikian, virus H5N1 sebenarnya telah ditemukan lebih dahulu pada akhir 2025 di Pulau Heard, wilayah sub-Antartika Australia yang berjarak sekitar 4.100 kilometer dari daratan utama Australia.

Total 18 Kasus H5N1 di Empat Negara Bagian


Dengan tambahan kasus terbaru di Queensland, jumlah infeksi H5N1 yang telah dikonfirmasi di Australia kini mencapai 18 kasus yang tersebar di empat negara bagian.

Kasus terbaru ditemukan pada seekor burung petrel yang telah mati dan ditemukan oleh petugas taman nasional Queensland di Pulau Moreton, kawasan konservasi alam yang berjarak sekitar 40 kilometer menggunakan feri dari ibu kota negara bagian, Brisbane.

Baca Juga: Prancis dan Spanyol Dilanda Kebakaran Hebat, Evakuasi Massal Dilakukan

Pemerintah Queensland menegaskan hingga kini belum ditemukan penyebaran virus ke unggas maupun kematian massal pada satwa lain.

"Hingga saat ini belum ada temuan virus pada unggas maupun bukti adanya kematian massal hewan dalam skala besar di Queensland," demikian pernyataan otoritas setempat.

Mereka juga menambahkan bahwa "risiko terhadap kesehatan manusia masih tergolong rendah."

Ancaman H5N1 Terus Menyebar Secara Global

Sejak 2021, varian H5N1 yang sangat ganas telah menyebar luas di berbagai populasi burung liar dan mamalia di sejumlah negara.

Virus tersebut telah menyebabkan kematian jutaan satwa liar, menginfeksi peternakan unggas dan sapi perah, bahkan menular kepada sejumlah pekerja peternakan di beberapa negara.

Awal bulan ini, pemerintah Australia yang dipimpin koalisi kiri-tengah juga mengonfirmasi kasus pertama virus H5N1 pada burung laut lokal. Temuan tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa penyebaran penyakit mulai meluas di habitat satwa liar Australia.