KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Trisula International Tbk (
TRIS) percaya prospek industri fesyen dan apparel pada tahun 2026 masih cukup menjanjikan meskipun pasar bergerak lebih selektif dibandingkan periode sebelumnya. Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan menyampaikan sepanjang kuartal I-2026, industri masih menunjukkan pertumbuhan yang baik meski dinamika pasar tetap menjadi tantangan. "Permintaan global pulih secara bertahap, khususnya dari segmen pelanggan yang menekankan konsistensi kualitas, fleksibilitas produksi, serta kemampuan multi-skill dalam proses manufaktur,” ujarnya kepada Kontan, pekan lalu.
Baca Juga: Eksportir Nilai DSI Masih Dini, Efektivitas Lawan Under Invoicing Belum Terlihat Perusahaan juga melihat perkembangan positif dari peningkatan order, pengembangan produk baru, hingga kontribusi pelanggan baru, terutama untuk pasar Australia, Amerika Serikat dan Singapura. Sejalan dengan perbaikan industri, kinerja TRIS pada kuartal I-2026 turut mencatat pertumbuhan. Perusahaan membukukan penjualan sebesar Rp 455,33 miliar atau tumbuh 13% secara tahunan. Sementara laba bersih naik 4% secara
year on year (yoy) menjadi Rp31,97 miliar. Segmen manufaktur masih menjadi kontributor utama dengan penjualan mencapai Rp 363,87 miliar atau tumbuh 8% yoy. Di sisi lain, segmen seragam mencatatkan lonjakan pertumbuhan yang signifikan menjadi Rp 52,54 miliar atau naik 60% dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sisi pasar, penjualan ekspor masih mendominasi. Pada kuartal pertama tahun ini, penjualan ekspor tumbuh 17% yoy menjadi Rp 276,24 miliar, sedangkan penjualan domestik naik 8% yoy menjadi Rp 179,10 miliar. Untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun, TRIS menyiapkan sejumlah strategi ekspansi yang berfokus pada penguatan pasar ekspor dan diversifikasi bisnis. “TRIS akan memfokuskan ekspansi pada pasar ekspor, mengingat mayoritas penjualan Perseroan berasal dari pasar global. Untuk menjaga momentum pertumbuhan ke depan, TRIS terus melakukan diversifikasi pasar ekspor sebagai langkah mitigasi terhadap risiko ketegangan geopolitik,” kata Widjaya. Selain memperluas pasar, perusahaan juga mendorong diversifikasi produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan memperkuat hubungan dengan pelanggan eksisting.
Baca Juga: Secure Parking Andalkan Teknologi EPS untuk Jaga Kelancaran Arus Kendaraan Di sisi retail, pengembangan bisnis melalui brand JOBB dan Jack Nicklaus tetap dilakukan melalui evaluasi jaringan gerai serta pencarian lokasi baru yang lebih potensial. "Kami secara rutin meninjau gerai dengan kontribusi yang belum optimal, sekaligus secara aktif mencari dan mengevaluasi lokasi-lokasi baru yang memiliki potensi lebih besar untuk meningkatkan kinerja,” ujarnya. Untuk mendukung pengembangan bisnis, TRIS mengalokasikan belanja modal atau
capital expenditure (capex) sebesar Rp 35 miliar sepanjang 2026. Dana capex tahun ini difokuskan untuk peningkatan produktivitas, terutama untuk peremajaan mesin dan renovasi fasilitas guna meningkatkan efisiensi produksi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News