Fokus Perkuat Kanal Online, Mega Perintis (ZONE) Batasi Ekspansi Gerai Baru pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mega Perintis Tbk (ZONE) mengubah fokus strategi ekspansi bisnis pada 2026. Kini perusahaan memilih membatasi ekspansi offline dan memperkuat investasi di kanal online.

Langkah tersebut dilakukan seiring perubahan pola belanja masyarakat yang semakin aktif bertransaksi melalui platform digital dan marketplace.

Direktur Utama  Mega Perintis, Franxiscus Afat Adinata Nursalim, mengungkapkan pada tahun ini perseroan lebih selektif dalam melakukan ekspansi gerai baru dan mengalihkan sebagian besar anggaran untuk pengembangan kanal online.


“Bila dulu capital expenditure untuk pembukaan toko offline cukup agresif setiap tahunnya, maka di tahun 2026 ini ZONE lebih banyak mengalokasikan budget untuk membangun kanal online, dan ini menjadi salah satu strategi  untuk mengejar pertumbuhan sales dan sekaligus pertumbuhan profit,” ujar Afat kepada Kontan.co.id, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga: KEK Kendal Kian Menguat, Jadi Simbol Kolaborasi Indonesia–Singapura

ManejemenZONE menilai, pertumbuhan transaksi fesyen saat ini semakin kuat terjadi di marketplace online seperti Shopee dan TikTok Shop. Kondisi tersebut juga tercermin dari tren konsumsi masyarakat pada kuartal I-2026.

Walaupun mengurangi agresivitas ekspansi offline, ZONE tetap membuka gerai baru secara selektif dengan mempertimbangkan lokasi strategis dan konsep toko yang dinilai lebih efisien.

Fokus ekspansi utama perusahaan adalah pembukaan gerai dengan konsep store Manzone & Minimal, yang menggabungkan lini fesyen pria dan wanita dalam satu lokasi untuk menciptakan pengalaman belanja yang lebih terintegrasi. 

Sementara itu, untuk pengembangan produk, ZONE masih fokus memperkuat lini fesyen yang telah dimiliki.

“Perseroan tetap melakukan ekspansi gerai baru pada tahun 2026 secara selektif dengan mempertimbangkan lokasi dan posisi store yang strategis,” kata dia. 

Baca Juga: Hadapi Tekanan Global, Mega Perintis (ZONE) Hati-Hati Atur Strategi Bisnis pada 2026

Di tengah gejolak ekonomi global dan pelemahan rupiah, ZONE juga tetap menerapkan strategi efisiensi untuk menjaga margin usaha. Menurutnya, kenaikan biaya impor bahan baku dan pelemahan rupiah tidak bisa dihindari dan menjadi salah satu aspek yang harus diantisipasi. 

ZONE menghadapi situasi ini dengan strategi meningkatkan produktivitas dan efisiensi, termasuk mencari alternatif bahan baku dengan kenaikanminimal namun dengan kualitas yang tetap terjaga. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News