Edwin Pranata sudah merencanakan bisnisnya sejak masih kuliah di Seattle University, Amerika Serikat. Di sana, ia mendapat referensi dari beberapa perusahaan dengan produk makanan dan minuman sehat. Maksud sehat di sini sehat secara keseluruhan, baik secara produk dan dampak lingkungannya. Di Indonesia, Edwin melihat belum ada pemainnya. Dari situ ia pun terpanggil untuk mendirikan perusahaan yang sehat secara produk dan memiliki dampak positif ke lingkungan sekitar. “Jadi imbang antara bisnis dan tanggung jawab sosial. Saya terpanggil membangun perusahaan di kampung halaman saya,” ujarnya. Edwin mengaku, tantangan yang harus dihadapinya dalam merintis Realfood cukup banyak. Pertama, lokasi pabrik yang jauh dari kota sehingga tidak semua orang mau bekerja dan ditempatkan di Bojonegoro. Tantangannya bagaimana ia bisa mengumpulkan sebuah tim dan meyakinkan mereka bahwa Realfood punya masa depan dan bisa berkembang.
Fokus perkuat sistribusi dan inovasi produk (3)
Edwin Pranata sudah merencanakan bisnisnya sejak masih kuliah di Seattle University, Amerika Serikat. Di sana, ia mendapat referensi dari beberapa perusahaan dengan produk makanan dan minuman sehat. Maksud sehat di sini sehat secara keseluruhan, baik secara produk dan dampak lingkungannya. Di Indonesia, Edwin melihat belum ada pemainnya. Dari situ ia pun terpanggil untuk mendirikan perusahaan yang sehat secara produk dan memiliki dampak positif ke lingkungan sekitar. “Jadi imbang antara bisnis dan tanggung jawab sosial. Saya terpanggil membangun perusahaan di kampung halaman saya,” ujarnya. Edwin mengaku, tantangan yang harus dihadapinya dalam merintis Realfood cukup banyak. Pertama, lokasi pabrik yang jauh dari kota sehingga tidak semua orang mau bekerja dan ditempatkan di Bojonegoro. Tantangannya bagaimana ia bisa mengumpulkan sebuah tim dan meyakinkan mereka bahwa Realfood punya masa depan dan bisa berkembang.